Oleh : Rajo Mudo.
PARTAI Gerindra dan PKS resmi berkoalisi di Pilkada kabupaten Solok. Kekuatan itu makin lengkap dengan dukungan dari PDI-P, PKB serta Perindo. koalisi partai tersebut menegaskan bahwa JFP-Candra sosok yang mampu menyatukan Perbedaan pandangan antar partai tersebut selama ini. Apalagi antara PKS dengan PDIP, kalau Gerindra termasuk partai garis tengah dibawah kepemimpinan Prabowo sebagai presiden terpilih.
Gerindra dan PKS di Pilbup Kabupaten Solok seolah membangkitkan kembali hubungan lama ketika mengusung Gusmal-Yulfadri, walaupun akhirnya Gerindra dan PKS berpisah di pilbup selanjutnya. Faktor JFP dan Candra sebagai kandidat yang di usung menjadi nilai yang tak ada pada kandidat lain dari tiga paslon yang telah resmi mendaftar ke KPU.
JFP sebagai ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok dengan akumulasi pengalamannya sebagai anggota sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Solok, kemudian dilanjutkan sebagai wakil bupati Solok dengan segala dinamikanya mampu membangun kedekatannya dengan semua lintas partai, dengan keterbatasan fasilitas yang diberikan tidak serta merta menutup ruang bagi JFP untuk selalu membangun optimisme serta hubungan dengan masyarakat kabupaten Solok. Beberapa organisasi dan komunitaspun dibina oleh JFP sebagai bentuk instruksi khusus Prabowo Subianto kepada para kadernya.
Soal Sosial media rasanya untuk tingkat Sumbarpun JFP memilki followers yang luas dan belum bisa dijangkau oleh calon bupati lainnya pada helat pilkada periode ini.
Buya H. Candra, satu-satunya kandidat yang agak pekat nilai serta karakter religiusnya di pilbup Solok saat ini, Mantan Presiden Mahasiswa UIN Imam Bonjol ini adalah seorang aktivis yang malang melintang di dunia pergerakan Sumatera Barat. tidak heran jika pasca kuliah beliau langsuang di percaya menjadi staf ahli Wabup Solok selatan, staf ahli DPD RI, staf ahli walikota Payakumbuh dan sekarang staf ahli Gubernur Sumatera Barat. Mantan Mendagri, yg dlu juga mantan gubernur serta bupati Solok Bapak H. Gamawan Fauzi pun mempercayakan Buya H.Candra sebagai ketua yayasan dibidang pendidikan tinggi kepada beliau. dikaumnya paninggahan diamanahkan menjadi kepala suku koto yang salah satu tokoh besar di dalamnya Prof. Saldi Isra yang merupakan Hakim Mahkamah Konstitusi.
Ketua Tim pemenangan pasangan JFP-Candra saat ini adalah Zamroni, Politisi kawakan PDIP ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pasangan JFP-Candra. Belum lagi tokoh-tokoh kawakan lain yang perhatiannya terhadap kabupaten Solok tidak kaleng-kaleng.
Pasangan JFP-Candra akan menjadi pasangan ideal dan sangat menguntungkan bagi kabupaten Solok kedepan, sebagaimana di ketahui berbagai lembaga survey mengatakan bahwa pasangan Mahyeldi-Vasko untuk Sumbar juga jauh unggul. Presiden terpilihpun Prabowo Subianto, sudah tentu sangat linear kepemimpinan ini kedepan dengan provinsi sampai pusat. Andre Rosiade, Rahmat saleh serta Alex Hendra Lukman dan Rico Alviano akan backup total pasangan ini kedepan jika terpilih sebagai partai pengusung. Belum lagi kalau ada orang Minang jadi menteri tidak dapat disebut lagi.
Pasangan Bupati dan wakil bupati Solok yang akan terpilih nanti tentu akan di tentukan oleh rahim rakyat yang menitipkan pilihan. Harapannya kedepan pilkada Kabupaten Solok berjalan Fair tanpa cara-cara kotor yang mencederai nilai-nilai demokrasi dibumi markisah.







