Today

Pejabat Negara Dengan Kemewahan IKN, Etikanya Rakyat Jangan Miskin

Oleh Labai Korok Piaman

Beredar video sekumpulan pejabat negara bercanda riang di komplek Ibu Kota Negara (IKN) tampa mensensor dahulu video yang beredar itu, nampak wajah sedang tidak memikirkan rakyatnya yang lagi miskin.

Data statistik ada sembilan juta rakyat Indonesia hidup dalam kelaparan, ada puluhan juta rakyat Indonesia hanya makan satu kali dalam sehari, rakyat miskin itu hidup tampa ada wajah kegembiraan.

Dilihat dari video yang beredar tersebut nampak sekali para pejabat negara tidak memiliki rasa empati, rasa malu dan etika didepan rakyat yang sedang kesusahan dan miskin.

Pertanyaannya begitu rusaknya rasa malu, rusaknya etika pejabat Kita, entah lah, namun selaku intelektual tentu kita tidak perlu menutup kegelapan, namun tetap berusaha menyalakan lilin agar terang itu tetap tumbuh.

Saat ini sikap etika, rasa malu itu masih bisa Kita dapatkan tauladannya dari negara maju seperti Jepang, andaikan Kita mau melihat model seperti etika dipakai, rasa malu dipakai, mari bercermin lah pada Jepang, pejabat Jepang ketika memimpin negaranya.

Rasa malu yang tinggi terutama manakala orang Jepang dipercaya untuk menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan atau yang melibatkan banyak orang (publik).

Pejabat publik yang diberikan amanah untuk menjalankan tugas akan merasa malu apabila yang bersangkutan tidak mampu menyelsaikan tugas dengan baik.

Manakala publik dan media massa menyoroti pejabat yang tidak pantas atau dianggap tidak etis maka serta merta sang pejabat akan muncul rasa malu dan biasanya ia akan mundur dari jabatan nya.

Mereka (bangsa Jepang) sangat malu, jangankan terlibat masalah hukum disorot media massa atas perkataan yang kurang pantas bisa membuat ia dengan kesadaran yang tinggi meminta maaf dan langsung meletakkan jabatan. Kemudian ia tidak lagi ingin menjadi pejabat publik.

Dilain pihak bangsa Jepang tidak mementingkan gengsi, misalnya apabila selaku pejabat publik ia memandang perlu untuk berempati terhadap pekerjaan anak buahnya sebagai petugas kebersihan, maka ia tidak sungkan-sungkan untuk suatu saat bekerja menjadi petugas kebersihan.

Kegiatan blusukan dan bermacam aktivitas lain jika memang diperlukan akan segera dilakukan tanpa peduli status sosial yang disandangnya, tidak ada gengsi-gengsiaan.

Sekarang saatnya pejabat Kita menjalankan kehidupan beretika, tumbuhkan rasa malu didalam diri para pejabat, apalagi saat ini sedang terjadi pergantian jabatan dan saat ini akan ada pemilihan pejabat baru, mari pilih pejabat yang memiliki etika dan rasa malu tinggi untuk kemakmuran rakyat.