MMNEWS | PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah Islam, tetapi juga berkembang sebagai penggerak ekonomi syariah dan pariwisata halal yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Menurut Mahyeldi, pesantren memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah. Dengan pengelolaan aset yang produktif, pendampingan usaha, inovasi produk, serta dukungan pemasaran, pesantren diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Dorongan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Sumatera Barat, di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dari Aset Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi dan Pariwisata Halal Berkelas Internasional.”
ABS-SBK Menjadi Landasan Pengembangan Ekonomi Syariah
Mahyeldi menegaskan, pengembangan ekonomi syariah sejalan dengan falsafah masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Ketika kita menggerakkan ekonomi syariah dan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, sesungguhnya itu merupakan wujud dari implementasi falsafah ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai landasan filosofis, tetapi diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mewujudkannya, Mahyeldi menilai diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, pesantren, dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut penting agar potensi ekonomi pesantren dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah.
IAEI Sumbar Didorong Perkuat Riset dan Rekomendasi Kebijakan
Ketua DPW IAEI Sumbar, Prof. Ahmad Wira, menyampaikan bahwa kepengurusan baru memiliki tugas untuk mengonsolidasikan kembali organisasi sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Menurutnya, IAEI perlu menjadi wadah pemikiran, penelitian, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara IAEI, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Selain itu, enam komisariat IAEI yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Sumbar diharapkan lebih aktif mengembangkan penelitian, membina kader, dan menerapkan gagasan ekonomi syariah di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Pariwisata Ramah Muslim Jadi Peluang Strategis
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Andy Setyo Biwado, menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata ramah Muslim untuk meningkatkan daya saing daerah.
Menurutnya, persaingan antardaerah dalam menarik wisatawan menuntut Sumbar terus meningkatkan kualitas program, fasilitas, dan layanan. Upaya tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Pengembangan pariwisata halal juga membuka peluang bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, produk lokal, jasa perjalanan, dan berbagai usaha pendukung lainnya untuk tumbuh bersama.
Dari Potensi Pesantren Menuju Kemandirian Ekonomi
Pengembangan usaha produktif di lingkungan pesantren menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas manfaat ekonomi lembaga pendidikan Islam. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui peningkatan kapasitas pengelola, inovasi produk, akses pembiayaan, serta perluasan jaringan pemasaran.
Namun, keberhasilan upaya tersebut membutuhkan program yang terarah, pendampingan berkelanjutan, dan kerja sama lintas sektor.
Melalui penguatan peran IAEI Sumbar dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, potensi pesantren diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi produktif yang mendukung UMKM, memperkuat pariwisata halal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.
Pesan utamanya jelas: pesantren bukan hanya pusat pendidikan umat, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
MMNEWS — Tajam, Aktual, dan Terpercaya.







