Today

Belum Resmi Diluncurkan, Nagari Creative Hub Sungai Duo Langsung Cetak Omzet Rp950 Ribu Dalam Sejam!

DHARMASRAYA, MMNEWS — Belum diresmikan, Nagari Creative Hub (NCH) Sungai Duo sudah membuktikan potensinya sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Melalui strategi pemasaran digital lewat siaran langsung (live streaming) TikTok, salah seorang pelaku UMKM binaannya sukses meraup omzet mencapai Rp950 ribu hanya dalam waktu satu jam.

Capaian menggembirakan itu dirasakan Vera (45), pelaku usaha kriya dan fashion dengan merek dagang Citra Batik Dharmasraya. Produk batik lokal yang dipasarkannya melalui akun TikTok NCH Sungai Duo ternyata mendapat respons positif dari calon pembeli.

“Saya baru live sekitar satu jam menggunakan akun TikTok NCH Sungai Duo. Alhamdulillah, hasilnya langsung terasa. Omzet yang saya dapat sudah mencapai Rp950 ribu,” ungkap Vera di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (30/10/2026).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di tingkat nagari.

Bagi Vera, kehadiran NCH bukan sekadar menyediakan tempat berjualan, tetapi juga membuka akses pemasaran digital, pendampingan usaha, serta kesempatan memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih luas.

Menariknya, keberhasilan tersebut dirasakan sebelum NCH Sungai Duo resmi diluncurkan. Peresmian program itu dijadwalkan berlangsung Jumat malam (30/10/2026) dan akan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy.

BINA 9 UMKM, JADI PUSAT EKONOMI DAN KREATIVITAS NAGARI

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat, Mahdianur, mengatakan Pemprov Sumbar sejak 2025 telah menetapkan 13 nagari sebagai lokus pengembangan program Nagari Creative Hub.

Nagari Sungai Duo menjadi salah satu lokasi strategis pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Saat ini, NCH Sungai Duo telah membina sembilan UMKM yang bergerak di sektor kriya fashion dan kuliner.

Para pelaku usaha mendapatkan fasilitas promosi dan pemasaran melalui transaksi langsung maupun platform digital, termasuk akun TikTok @nchlapaunagari.sungaiduo.

“Melalui NCH, kita ingin membantu UMKM lokal memperluas jangkauan pemasaran. Mereka tidak hanya mengandalkan transaksi secara langsung, tetapi juga didorong untuk memanfaatkan platform digital agar produknya dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Mahdianur.

TAK HANYA BERJUALAN, NCH JUGA HIDUPKAN EKONOMI DAN BUDAYA

NCH Sungai Duo dirancang bukan hanya sebagai pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, seni, dan budaya masyarakat.

Setiap Sabtu malam, kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pertunjukan seni dan pergelaran budaya. Aktivitas ini diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus meningkatkan peluang transaksi bagi para pelaku UMKM.

Selain itu, pelaku usaha akan difasilitasi melakukan siaran langsung melalui berbagai platform digital untuk memperkenalkan produk secara lebih interaktif.

DARI NAGARI MENUJU PASAR NASIONAL

Keberhasilan Vera meraih omzet Rp950 ribu dalam satu jam menjadi gambaran awal bahwa produk lokal memiliki peluang besar ketika didukung fasilitas, pendampingan, dan strategi pemasaran yang tepat.

Program Nagari Creative Hub diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku UMKM mandiri, memperkuat ekonomi nagari, membuka peluang usaha, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Dari Sungai Duo, Dharmasraya, sebuah pesan penting muncul: UMKM nagari tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi. Dengan kreativitas dan pemasaran digital, produk lokal pun mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

MMNEWS — Mengabarkan Fakta, Mengawal Perubahan.

Redaksi | MMNEWS