Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H.
Menunaikan Kewajiban Jum’at: Tafsir QS. Al-Jumu’ah Ayat 9 dan Sunnah-Sunnahnya
Hari Jum’at adalah Sayyidul Ayyam (penghulu segala hari). Allah SWT memuliakan hari ini dengan perintah khusus kepada orang-orang beriman agar menunaikan shalat Jum’at sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an.
I. Substansi Kewajiban Jum’at dalam QS. Al-Jumu’ah Ayat 9
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Jumu’ah: 9)
Ayat ini mengandung empat substansi utama.
1. Perintah Khusus bagi Orang Beriman
Panggilan “Yā ayyuhalladzīna āmanū” merupakan seruan langsung kepada kaum mukmin. Shalat Jum’at hukumnya wajib ‘ain bagi laki-laki muslim yang baligh, berakal, merdeka, mukim, dan tidak memiliki uzur syar’i. Meninggalkannya tanpa alasan yang dibenarkan merupakan dosa besar.
2. Patokan Waktu Kewajiban
Firman Allah, “Idzā nūdiya lis-shalāh”, menunjukkan bahwa kewajiban dimulai ketika azan Jum’at dikumandangkan. Sejak saat itu, seluruh aktivitas duniawi hendaknya dihentikan untuk memenuhi panggilan Allah.
3. Dua Perintah dan Satu Larangan
Allah memberikan dua perintah sekaligus satu larangan:
- Fas’au ilā dzikrillāh: Bersegeralah menuju zikir kepada Allah, yang menurut para ulama tafsir mencakup khutbah dan shalat Jum’at. Khutbah merupakan bagian penting dari ibadah Jum’at, bukan sekadar pelengkap.
- Wadzarul bai’: Tinggalkan jual beli dan seluruh urusan duniawi selama pelaksanaan ibadah Jum’at. Setelah shalat selesai, Allah kembali mempersilakan hamba-Nya mencari karunia-Nya di muka bumi sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 10.
4. Hikmah dan Keberkahan
Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya:
“Dzālikum khairullakum in kuntum ta’lamūn.”
Artinya, meninggalkan urusan dunia sejenak demi memenuhi panggilan Allah justru mendatangkan kebaikan dan keberkahan. Hari Jum’at menjadi momentum untuk memperbarui keimanan melalui khutbah, shalat berjamaah, dan mempererat silaturahmi.
Kesimpulan Praktis
Urutan pelaksanaan kewajiban Jum’at sangat sederhana:
- Dengarkan azan Jum’at.
- Tinggalkan aktivitas duniawi.
- Segera menuju masjid.
- Dengarkan khutbah dengan khusyuk.
- Tunaikan shalat Jum’at dua rakaat secara berjamaah.
II. Sunnah-Sunnah Hari Jum’at
Selain kewajiban, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan berbagai amalan sunnah yang menyempurnakan ibadah dan menambah pahala.
A. Sebelum Berangkat ke Masjid
- Mandi Jum’at dengan niat membersihkan diri. Rasulullah ﷺ bersabda, “Mandi pada hari Jum’at wajib bagi setiap muslim yang telah baligh.” (HR. Bukhari).
- Memotong kuku, bersiwak, dan memakai minyak wangi.
- Mengenakan pakaian terbaik, terutama yang berwarna putih.
- Membaca Surah Al-Kahfi. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim).
B. Ketika Berada di Masjid
- Datang lebih awal karena para malaikat mencatat urutan kedatangan jamaah hingga khatib naik mimbar. (HR. Bukhari).
- Melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid dua rakaat sebelum duduk.
- Duduk dekat khatib serta mendengarkan khutbah dengan tenang dan penuh perhatian. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa berbicara ketika imam sedang berkhutbah, maka sia-sialah shalat Jum’atnya.” (HR. Muslim).
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ karena hari Jum’at merupakan hari terbaik untuk bershalawat. (HR. Abu Dawud).
C. Setelah Shalat Jum’at
- Melaksanakan shalat sunnah ba’diyah Jum’at sebanyak dua atau empat rakaat.
- Memperbanyak doa, terutama pada waktu yang mustajab, yang oleh banyak ulama dipahami berada pada rentang waktu setelah Ashar hingga menjelang Maghrib.
Penutup
Hari Jum’at bukanlah beban, melainkan anugerah mingguan yang Allah berikan kepada umat Islam untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meraih keberkahan hidup.
Substansi kewajiban Jum’at sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 9 sangat sederhana: memenuhi panggilan Allah dengan segera, meninggalkan kesibukan dunia, mendengarkan khutbah dengan khusyuk, dan menunaikan shalat berjamaah. Adapun berbagai amalan sunnah menjadi penyempurna yang melipatgandakan pahala.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersegera memenuhi panggilan-Nya dan memperoleh keberkahan pada setiap hari Jum’at.
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.






