Pasaman, Sumatera Barat | 11 Mei 2026
“Kita ingin memastikan semua program tetap on the track dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pasaman.”
— Yudesri, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman
Di tengah keterbatasan anggaran dan tekanan efisiensi fiskal yang dirasakan hampir seluruh daerah, membangun Pasaman bukanlah pekerjaan mudah. Tidak cukup hanya dengan pidato, baliho, atau janji kampanye. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk terus bergerak, bahkan ketika jalan yang ditempuh terasa berat.
Di Kabupaten Pasaman, harapan itu perlahan mulai diwujudkan. Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian terus mendorong sepuluh Program Unggulan (Progul) Pasaman Bangkit agar tidak berhenti sebatas slogan.
Program-program tersebut kini mulai menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga akses internet di wilayah pelosok.
Pada 17 April 2026 lalu, di Balerong Pusako Anak Nagari, Rumah Dinas Bupati Pasaman, seluruh pimpinan daerah, kepala OPD, serta Tim Percepatan Pembangunan berkumpul dalam agenda evaluasi program unggulan. Pertemuan itu bertujuan memastikan cita-cita besar Pasaman Bangkit benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Yudesri, didampingi Asisten III Administrasi Umum Setda Pasaman, Roichard, menegaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.
“Kita ingin memastikan semua program tetap on the track dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pasaman,” ujar Yudesri.
Menguatkan Generasi Muda
Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah program mulai memperlihatkan dampak positif. Di Kecamatan Simpati, Bonjol, Panti, dan Rao Selatan, Program Wirid Remaja Bangkit mulai menghidupkan kembali pembinaan generasi muda berbasis ABS-SBK (Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah).
Anak-anak muda yang sebelumnya minim ruang pembinaan kini kembali memenuhi surau dan masjid untuk belajar agama, adat, serta mempersiapkan masa depan mereka.
Menurut Yudesri, keberhasilan program ini tidak hanya ditopang pemerintah daerah, tetapi juga didukung berbagai organisasi masyarakat Islam yang bergerak bersama hingga ke tingkat jorong.
“Membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun karakter generasi penerus,” katanya.
Pelayanan Kesehatan Kian Diperkuat
Di sektor kesehatan, Program Berobat Gratis dan layanan ambulans SIGAP terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Saat ini, perangkat daerah terkait tengah menyiapkan survei kepuasan masyarakat terhadap layanan SIGAP sekaligus mengoptimalkan kembali penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Tuanku Imam Bonjol.
Bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan layak, langkah tersebut menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan dasar.
Seragam Gratis untuk Siswa Baru
Pada sektor pendidikan, Program Seragam Gratis mulai dipersiapkan agar siswa baru dapat bersekolah tanpa membebani kondisi ekonomi orang tua.
Pemerintah menargetkan penyaluran seragam dapat dilakukan paling lambat Juli hingga awal Agustus 2026.
Bagi sebagian keluarga kurang mampu, seragam sekolah bukan sekadar pakaian, melainkan simbol harapan agar anak-anak mereka tetap bisa mengenyam pendidikan dengan layak.
ASN Bangkit dan Pelayanan Publik
Semangat perubahan juga mulai menyentuh birokrasi melalui Program ASN Bangkit. Pemerintah berupaya meningkatkan disiplin aparatur sipil negara agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, efektif, dan responsif.
Pasalnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa perubahan pola kerja dan budaya pelayanan aparatur pemerintah.
Bajak Gratis untuk Petani
Di sektor pertanian, aplikasi BAGUS (Bajak Gratis Untuk Semua) mulai disiapkan guna membantu petani kecil memperoleh layanan bajak sawah secara gratis.
Pendaftaran program direncanakan dimulai pada Mei 2026 dengan target pelaksanaan pada musim tanam Juni mendatang.
Bagi petani, program ini menjadi dukungan nyata agar lahan pertanian tetap produktif dan roda ekonomi keluarga terus berjalan.
Membuka Peluang Kerja Lebih Luas
Pemerintah Kabupaten Pasaman juga terus membuka akses kerja bagi masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 12 lembaga dan perusahaan penempatan tenaga kerja telah dijajaki untuk membuka peluang kerja di dalam maupun luar negeri.
Peluang tersebut mencakup wilayah Batam, Malaysia, Jepang, hingga Jerman.
Rumah Layak Huni dan Internet Gratis
Perhatian pemerintah juga diarahkan pada penyediaan rumah layak huni. Ratusan unit rumah telah dibangun dan didukung program bantuan swadaya masyarakat yang menunjukkan semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Pasaman.
Sementara itu, akses internet gratis mulai menjangkau wilayah terpencil. Hingga April 2026, puluhan jorong telah menikmati layanan internet yang mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Bagi masyarakat di daerah tertinggal, akses internet bukan hanya soal teknologi, tetapi juga jendela menuju pengetahuan dan peluang yang lebih luas.
Kreativitas Anak Nagari dan Ketangguhan Bencana
Pemkab Pasaman juga membentuk Pusat Kreativitas Anak Nagari di seluruh nagari sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan seni, budaya, dan kreativitas.
Di bidang kebencanaan, seluruh nagari ditargetkan menjadi Nagari Siaga Bencana. Upaya tersebut diperkuat dengan gerakan penanaman ribuan pohon sebagai langkah menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi risiko bencana di masa depan.
Harapan yang Terus Diperjuangkan
Berbagai langkah yang dilakukan tentu belum sepenuhnya sempurna. Keterbatasan anggaran, tantangan birokrasi, dan berbagai kendala teknis masih menjadi bagian dari perjalanan pembangunan.
Namun, satu hal yang mulai terlihat adalah adanya kemauan kuat untuk terus bergerak dan memperbaiki keadaan.
Masyarakat tidak selalu menuntut pembangunan yang megah. Mereka hanya ingin didengar, diperhatikan, dan diyakinkan bahwa masa depan daerah mereka masih layak diperjuangkan.
Di Pasaman hari ini, harapan itu sedang diusahakan sedikit demi sedikit, dari nagari ke nagari.
Pasaman Bangkit pada akhirnya bukan sekadar slogan. Ia adalah tentang petani yang tetap menanam meski menghadapi kesulitan. Tentang siswa yang menunggu seragam baru. Tentang ibu yang berharap ambulans datang tepat waktu. Tentang pemuda yang kembali memenuhi surau dan masjid.
Dan yang terpenting, tentang sebuah daerah yang memilih bangkit meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.(iwan)








