PADANG PANJANG, Mimbar-minangnews.com — Pemerintah Kota Padang Panjang mempercepat langkah strategis dalam mengembangkan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) sebagai destinasi unggulan berbasis budaya di Sumatera Barat.
Upaya ini ditegaskan dalam rapat strategis yang dipimpin Wali Kota Hendri Arnis bersama jajaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Porapar), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para narasumber sinkronisasi program kerja periode 2025–2030.
Dalam arahannya, Hendri menekankan bahwa pengembangan PDIKM harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita ingin lonjakan kunjungan ke PDIKM signifikan dan berdampak langsung pada PAD. Dibutuhkan kreativitas dalam mengemas potensi budaya agar lebih menarik dan bernilai jual tinggi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan destinasi tersebut.
“Pengembangan PDIKM tidak bisa berjalan parsial. Sinergi antar OPD menjadi kunci, mulai dari tata kelola, promosi, hingga penguatan infrastruktur,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah strategi dibedah secara komprehensif, di antaranya penguatan konsep wisata berbasis pengalaman (experience tourism), peningkatan kualitas atraksi budaya, hingga optimalisasi promosi digital.
Target ambisius pun dicanangkan, yakni mencapai 150 ribu kunjungan wisatawan pada tahun 2030.
Narasumber bidang UMKM dan ekonomi kreatif, Tomy Iskandar menilai PDIKM memiliki peluang besar menjadi pusat wisata budaya yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif.
“PDIKM harus ‘hidup’. Pengunjung tidak cukup hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung pengalaman budaya Minangkabau,” ujarnya.
Ia mendorong langkah konkret dalam enam bulan ke depan, meliputi penyusunan masterplan, standar operasional prosedur (SOP), serta penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.
Selain itu, digitalisasi menjadi pilar penting, melalui pengembangan website, media sosial, serta konten visual kreatif guna memperluas jangkauan promosi.
Sementara itu, narasumber bidang komunikasi dan literasi, Yusrizal KW menekankan pentingnya pengelolaan informasi dan publikasi digital yang konsisten dan berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Padang Panjang menargetkan peningkatan kunjungan dari 12 ribu menjadi 20 ribu wisatawan, sebagai fondasi menuju target besar menjadikan PDIKM sebagai magnet utama wisata budaya di Sumatera Barat. (*)







