
MMNews, Solok — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat bersama Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) PWM Sumbar menggelar rapat koordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Solok. Rapat ini membahas percepatan pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pascabencana, khususnya di sektor pendidikan, dan berlangsung di Sekretariat PDM Kabupaten Solok.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PWM Sumbar Bakhtiar, Ketua Tim Rehab Rekon Yosmeri Yusuf, Ketua Majelis Pemberdayaan Wakaf PWM Sumbar Romy beserta Sekretaris Ilham, Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Sumbar Ari Prima, serta jajaran PDM Kabupaten Solok yang dipimpin Ketua Darman. Turut hadir pula kepala sekolah MTsM dan MAM Saniang Baka.
Ketua PWM Sumbar Bakhtiar menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut kesepakatan bersama antara PWM Sumbar, Tim Rehab Rekon, dan PDM Kabupaten Solok untuk membahas arah pembangunan serta pengelolaan AUM Muhammadiyah ke depan, terutama MTsM dan MAM Saniang Baka yang terdampak bencana.
“MTsM dan MAM Saniang Baka menjadi prioritas pembangunan pascabencana di bidang pendidikan, selain AUM Muhammadiyah di Salareh Aia, Kabupaten Agam. Dari wilayah, kami berkomitmen menjadikan Saniang Baka sebagai kawasan prioritas pengembangan karena memiliki potensi besar, termasuk dukungan kuat dari para perantau,” ujar Bakhtiar.
Ia menegaskan, pembangunan ke depan tidak hanya berhenti pada aspek fisik. PWM Sumbar juga akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan madrasah dengan menyatukan manajemen MTsM dan MAM dalam satu sistem terpadu.
“Selain perbaikan fisik, pengelolaan madrasah juga akan kita satukan. MTsM dan MAM akan dikelola dalam satu manajemen agar sekolah bisa lebih maju dan tertata dengan baik,” jelasnya.
Untuk teknis pelaksanaan, Bakhtiar menyebut PWM Sumbar akan meminta pendampingan dari Muhammadiyah Kauman Padang Panjang yang telah lebih dahulu menerapkan sistem pengelolaan terpadu. Nantinya akan dibentuk tim bersama yang melibatkan unsur PWM, pengawas pesantren, PDM, PCM, ranting, serta pihak MTsM dan MAM.
“Perubahan ini tentu tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi bertahap. Kita belajar dari pengalaman Kauman dan Alkautsar yang sudah menerapkan sistem ini dan Alhamdulillah menunjukkan kemajuan yang baik,” tambahnya.
Bakhtiar juga berharap momentum pascabencana ini dimanfaatkan untuk memperbaiki arah pergerakan Persyarikatan Muhammadiyah di Saniang Baka agar lebih solid dan terkoordinasi.
“Kita ingin ke depan tidak ada lagi yang berjalan sendiri-sendiri. Pergerakan Persyarikatan harus dilakukan bersama, agar cita-cita Muhammadiyah bisa terwujud dan persoalan yang selama ini muncul tidak terulang kembali,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Rehab Rekon PWM Sumbar, Yosmeri Yusuf, menyampaikan bahwa kedatangan tim ke Kabupaten Solok juga bertujuan untuk mendata dan meninjau langsung kondisi lokasi relokasi serta rencana pembangunan AUM MTsM dan MAM Saniang Baka yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana.
Menurutnya, PWM Sumbar bersama PDM Kabupaten Solok terus berupaya menangani persoalan ini secara serius. Ia menilai, momen pascabencana menjadi waktu yang tepat untuk melakukan perubahan mendasar, khususnya dalam orientasi penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah.
“Dulu Muhammadiyah hadir sebagai sekolah alternatif ketika pemerintah belum merata membangun sekolah. Ke depan, kita tidak hanya fokus pada sekolah bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga membangun sekolah yang berkualitas dan berdaya saing, tentu dengan pembiayaan yang proporsional,” ujarnya.
Yosmeri menambahkan, sekolah berkualitas yang dimaksud adalah lembaga pendidikan yang memenuhi standar sekolah maju, baik di tingkat nasional maupun internasional, tanpa meninggalkan misi sosial Muhammadiyah.
“Selain tetap memperhatikan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, kita juga harus berani melakukan lompatan besar dengan meningkatkan kualitas sekolah Muhammadiyah,” katanya.
Ia juga mencontohkan pengembangan AUM di Salareh Aia, di mana MTsM dan MAM akan dikelola dalam satu manajemen terpadu dan dilengkapi dengan pembangunan asrama serta AUM pendukung lainnya. Konsep serupa juga direncanakan untuk Saniang Baka, tidak hanya membangun sekolah, tetapi juga asrama, klinik, dan AUM lain yang dibutuhkan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PDM Kabupaten Solok, Darman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran PWM Sumbar dan Tim Rehab Rekon. Ia menyatakan PDM Kabupaten Solok pada prinsipnya telah sepakat dan siap mengikuti arahan PWM Sumbar demi kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan.
“Arahan yang disampaikan Ketua PWM Sumbar dan Ketua Tim Rehab Rekon pada dasarnya bertujuan untuk kemajuan kita bersama di Kabupaten Solok, termasuk bagaimana bantuan yang ada bisa dimanfaatkan secara tepat sasaran,” ujarnya.
Darman menegaskan, momentum pascabencana ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan pembenahan dan perubahan arah Amal Usaha Muhammadiyah, terutama di sektor pendidikan, agar lebih kuat dan berkelanjutan di masa mendatang.







