Today

MDMC PWM Sumatera Barat Kolaborasi Laksanakan Giat Kemanusiaan Terpadu di Nagari Muaro Pingai

Solok — MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam kerja-kerja kemanusiaan pascabencana melalui kegiatan terpadu yang dilaksanakan di Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Rabu (7/1/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB ini merupakan kolaborasi bersama ICRP, RS Aisyiyah Padang, Moeslem Disaster Rescue (MDR) MUI, serta Yayasan Ardi Santoso Indonesia.

Giat kemanusiaan ini difokuskan pada pemulihan sektor pendidikan, kesehatan, psikososial, serta dukungan alat bantu mobilitas bagi warga terdampak banjir bandang dan galodo yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.

Kegiatan diawali pada pagi hari dengan pendampingan anak-anak korban bencana untuk memenuhi kembali kebutuhan sekolah yang hanyut akibat bencana. Sebanyak enam anak dari SDN 08 Tukik Muaro Pingai dan dua anak dari SMP Junjung Sirih didampingi langsung oleh tim relawan untuk membeli sepatu dan seragam sekolah di Pasar Kota Solok. Sebelum keberangkatan, tim MDMC terlebih dahulu mendatangi kepala sekolah masing-masing guna meminta izin dan memastikan proses pendampingan berjalan sesuai prosedur.

Anak-anak yang didampingi merupakan korban terdampak langsung, dengan kondisi rumah hanyut, dapur hanyut, hingga kehilangan seluruh perlengkapan sekolah. Program ini menjadi bagian penting dalam upaya memulihkan semangat belajar anak-anak agar dapat kembali bersekolah dengan layak dan penuh kepercayaan diri.

Memasuki pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan dan penyuluhan gizi tambahan bagi keluarga dengan risiko stunting. Tenaga medis dari RSU Aisyiyah Padang memberikan edukasi terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya bagi anak dan ibu, sebagai upaya pencegahan stunting pascabencana. Selain penyuluhan, keluarga sasaran juga mendapatkan dukungan gizi tambahan.

Pada pukul 11.00 WIB, MDMC menghadirkan layanan dukungan psikososial (LDP) bagi anak-anak melalui kegiatan mendongeng di SDN 08 Tukik Muaro Pingai. Kegiatan yang dibawakan oleh Farid Ari Fandi ini disambut antusias oleh para siswa. Suasana ceria dan penuh tawa terlihat selama kegiatan berlangsung, menjadi bagian dari proses pemulihan trauma dan penguatan mental anak-anak pascabencana.

Usai istirahat siang, pada pukul 13.00 WIB, tim melanjutkan agenda dengan mengunjungi keluarga penerima bantuan alat bantu mobilitas. Bantuan berupa satu kursi roda adaptif dan empat unit walker atau kruk disalurkan kepada warga dengan kondisi disabilitas dan penyakit kronis, di antaranya penderita diabetes dengan amputasi, stroke, gangguan saraf terjepit, serta gangguan gerak. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup penerima manfaat.

Kegiatan ditutup dengan pengajian Ba’da Ashar pada pukul 15.30 WIB yang diikuti masyarakat setempat. Pengajian ini diisi oleh Ketua MDMC Sumatera Barat Ustadz Portito, S.Pd.I., Tenaga Medis RSU Aisyiyah dr. Lady Wajusa Putri, serta Direktur Eksekutif ICRP Ilma Sovri Yanti. Selain penguatan spiritual, pengajian juga menjadi ruang refleksi dan penguatan kebersamaan bagi masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Melalui giat kemanusiaan ini, MDMC PWM Sumatera Barat bersama seluruh mitra menegaskan komitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat Muaro Pingai secara berkelanjutan, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga pemulihan sosial, pendidikan, kesehatan, dan spiritual masyarakat terdampak.