
MMNews – Sumatera Barat kembali menunjukkan semangat gotong royong dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Kolaborasi antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Lazismu, dan Muhammadiyah menjadi kunci dalam percepatan pemulihan, khususnya pada sektor pendidikan dan fasilitas ibadah.
Program tanggap darurat ini tidak hanya menyediakan bantuan berupa paket kebutuhan mendesak, tetapi juga fokus pada pemulihan gedung sekolah dan masjid yang terdampak. Hingga kini, MTs Muhammadiyah Sumani tercatat sebagai salah satu titik fokus pemulihan. Sementara itu, pendataan masjid di wilayah Agam masih berjalan. Muhammadiyah Sumbar mengimbau agar sekolah dan masjid lain yang terdampak segera mengirimkan data agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
Pelaksanaan program ini melibatkan tiga lembaga utama untuk menjamin koordinasi dan transparansi. Pertama, Posko Wilayah yang dikomandoi Hendri Novigator, berfungsi sebagai pusat kendali operasional. Posko ini menjadi titik koordinasi strategis dalam pengelolaan seluruh kegiatan tanggap darurat di wilayah terdampak.
Kedua, MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) berperan sebagai operasional lapangan. Dipimpin Portito, MDMC mengoordinir seluruh relawan agar setiap bantuan teknis, baik pemulihan gedung maupun distribusi logistik, sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Kecepatan dan ketepatan tindakan relawan MDMC menjadi kunci efektivitas program ini.
Ketiga, Lazismu bertugas mengelola seluruh fundraising, baik dari internal Muhammadiyah maupun donasi masyarakat luas. Di bawah pimpinan Zainal Aqil, Lazismu memastikan semua donasi, terutama uang, dikelola secara transparan melalui rekening resmi yang telah disediakan. Sistem ini memudahkan pemantauan dan memastikan bantuan sampai langsung kepada pihak yang membutuhkan.
Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemanusiaan. Pimpinan Muhammadiyah Sumbar menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung proses pemulihan. Semua data dan donasi dihimpun melalui jalur resmi Muhammadiyah untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas program.
Dengan koordinasi yang baik antara Posko Wilayah, MDMC, dan Lazismu, diharapkan pemulihan pasca banjir di Sumatera Barat berjalan cepat, tepat sasaran, dan membawa harapan baru bagi masyarakat terdampak.








