
MMNews – Perayaan Natal di sejumlah wilayah India dilaporkan mengalami gangguan setelah sekelompok anggota organisasi nasionalis Hindu melakukan aksi perusakan terhadap atribut dan persiapan perayaan Natal. Insiden ini terjadi di beberapa lokasi, termasuk sekolah dan pusat perbelanjaan, dan memicu keprihatinan luas dari berbagai kalangan.
Berdasarkan keterangan aparat kepolisian setempat yang dikutip media lokal, sekelompok anggota organisasi Bajrang Dal memasuki sebuah sekolah Kristen, St. Mary, di Desa Panigaon, Distrik Nalbari, Assam. Dalam aksi tersebut, mereka dilaporkan merusak dekorasi Natal, membakar spanduk dan poster perayaan, serta meneriakkan slogan-slogan keagamaan. Kelompok itu juga disebut memperingatkan pihak sekolah agar tidak menggelar perayaan Natal di lingkungan sekolah.
Seorang pejabat kepolisian yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa izin dan telah menimbulkan ketakutan di kalangan guru serta siswa. “Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri pihak-pihak yang terlibat untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujarnya.
Insiden serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa toko dan pusat perbelanjaan di Distrik Nalbari. Sejumlah atribut Natal dilaporkan dirusak dan dibakar, sementara para pedagang diminta menghentikan penjualan ornamen serta dekorasi Natal. Aksi ini menimbulkan kerugian materi dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat setempat, terutama menjelang akhir tahun.
Menurut laporan The Hindu, organisasi Bajrang Dal dan Vishwa Hindu Parishad diketahui kerap menyuarakan penolakan terhadap perayaan Natal dengan alasan tertentu. Namun, aparat keamanan menegaskan bahwa setiap warga negara India memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah dan perayaan keagamaannya sesuai dengan konstitusi.
Badan intelijen Amerika Serikat (CIA) dalam sejumlah laporan sebelumnya bahkan menyebut Bajrang Dal sebagai salah satu kelompok militan Hindu, meskipun organisasi tersebut membantah label tersebut dan mengklaim hanya menjalankan aktivitas sosial serta keagamaan.
Peristiwa ini menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk tokoh lintas agama dan organisasi masyarakat sipil. Mereka mengecam tindakan intoleransi dan mendesak pemerintah India untuk bertindak tegas guna menjaga kerukunan antarumat beragama. “India dibangun di atas keberagaman. Tidak boleh ada kelompok yang memaksakan kehendaknya dengan kekerasan atau intimidasi,” ujar seorang aktivis hak asasi manusia setempat.
Pihak gereja dan pengelola sekolah Kristen menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut, namun tetap mengimbau umat untuk menjaga ketenangan dan tidak terpancing provokasi. Mereka berharap aparat keamanan dapat menjamin keselamatan serta kebebasan beribadah.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sasaran gangguan. Pemerintah daerah juga diminta untuk mengambil langkah preventif agar perayaan Natal dapat berlangsung aman dan damai.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan, khususnya di negara multikultural seperti India, di mana kerukunan antarumat beragama menjadi fondasi utama persatuan nasional.








