
PAINAN – Setelah sukses menyelenggarakan aksi kemanusiaan di Kabupaten Agam pada Senin (23/12), tim relawan Youth Healthycare (YHC) Padang bersama anggota DPD RI, Ibu Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., melanjutkan misi trauma healing ke Kabupaten Pesisir Selatan pada Selasa (24/12/2025).
Kegiatan ini difokuskan untuk memulihkan kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak dan perempuan, yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut.
Sinergi Memulihkan Trauma
Acara dibuka dengan pengantar dari perwakilan YHC Padang yang menekankan pentingnya kesehatan mental pasca-bencana. Dalam sambutannya, Cerint Iralloza Tasya menyampaikan rasa empati yang mendalam sekaligus memberikan penguatan moral bagi para penyintas.
“Luka fisik mungkin bisa cepat pulih, namun luka psikologis membutuhkan perhatian khusus agar masyarakat, terutama anak-anak, bisa kembali menatap masa depan dengan ceria. Kami hadir untuk memastikan mereka tidak merasa sendirian,” ujar anggota DPD RI muda tersebut.
Kolaborasi dengan MOPI: Belajar Sambil Bermain
Menambah keceriaan di lokasi, YHC Padang menggandeng Mobil Paud Indonesia Pintar (MOPI). Berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan rekreatif digelar untuk mengalihkan trauma anak-anak menjadi energi positif, di antaranya:
- Literasi Aktif: Gerakan 15 menit membaca buku dan sesi story telling di mana anak-anak diajak menceritakan kembali apa yang mereka baca.
- Dunia Imajinasi: Sesi mendongeng dan nonton bareng yang diikuti dengan antusias oleh puluhan anak.
- Interaksi Ceria: Berbagai permainan (games) edukatif yang dirancang untuk membangun kembali kepercayaan diri peserta.
- Edukasi & Perlindungan: Selain hiburan, tim juga memberikan edukasi mengenai perlindungan anak dan perempuan serta sesi khusus trauma healing.
Keberlanjutan Aksi
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian maraton kemanusiaan yang dilakukan oleh Ibu Cerint bersama anak-anak muda kreatif dari YHC Padang. Kehadiran mereka di Pesisir Selatan diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sosial di wilayah terdampak.Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan logistik, tetapi juga mendapatkan kekuatan mental untuk bangkit kembali.








