Today

Gen Z Nepal Demostrasi, Pelajaran Bagi Pejabat Indonesia

Oleh Labai Korok

Mimbar-minangnews.com – Protes Gen Z yang dipimpin mahasiswa di Nepal, yang dimulai sebagai tanggapan atas larangan pemerintah terhadap media sosial, berkembang menjadi kampanye yang lebih besar yang mencerminkan meningkatnya kritik publik terhadap K.P. Pemerintahan Sharma Oli dan elit politik negara atas tuduhan korupsi dan apatisme terhadap rakyat jelata.

Dilansir dari The Hindu, selama dua hari terakhir, protes di Nepal dengan cepat meningkat menjadi kekerasan dan penyerbuan gedung-gedung pemerintah, termasuk menewaskan 19 orang, sebagian besar remaja.

Kerusakan gedung Pemerintah, kehancuran rumah para pejabat terjadi Negera Nepal, tidak itu saja yang terjadi, Rajyalaxmi Chitrakar, istri mantan PM Jhalanath Khanal, tewas setelah rumahnya dibakar massa. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kirtipur namun meninggal akibat luka bakar.

Satu video yang beredar luas di media sosial menunjukkan Menteri Keuangan Paudel berlari di jalan umum dengan panik, sementara sekelompok demonstran mengejar dan menyerangnya secara fisik.

Setidaknya satu pengunjuk rasa terlihat menendang menteri keuangan tersebut, sementara yang lain ikut serta, memaksanya melarikan diri demi keselamatan.

Menurut Penulis kejadian kemarahan Gen Z, Mahasiswa, Masyarakat karena adanya ketidakadilan di Nepal itu menjadikan pelajaran bagi bangsa Indonesia.

Para pejabat yang diberikan amanah, diberikan tugas oleh rakyat, juga sebagai wakil rakyat agar bersikap dan bertindak jangan melukai hati rakyat sehingga terjadi pembalasan yang juga mengikat bangsa ini.

Namun ada yang menarik dari aksi Nepal tersebut yaitu paska kerusuhan atau aksi demonstrasi kemarin, semua relawan Gen Z Nepal turun membersihkan lokasi aksi.

Ini bisa dikutip dari media India, bawah para relawan Generasi Z (Gen Z) di Kirtipur, Kathmandu, turun ke jalan pada Rabu (10/9) pagi untuk melakukan aksi bersih-bersih, hanya beberapa jam sebelum pengumuman karantina wilayah oleh nepal/”Angkatan Darat Nepal.

Dilansir dari The Kathmandu Post, sejumlah pemuda Generasi Z secara aktif merencanakan dan menyerukan kampanye bersih-bersih melalui platform daring. Organisasi seperti Eco Sathi turun tangan untuk membantu memfasilitasi upaya ini dengan menyusun pedoman dan berkoordinasi dengan Generasi Z, anggota masyarakat, dan relawan lainnya. Kampanye bersih-bersih.

Sementara itu, Tentara Nepal, bersama dengan pasukan keamanan lainnya, terus menindak penjarahan. Empat orang yang terlibat dalam penjarahan Supermarket Bhatbhateni di Maharajgunj ditangkap pada Rabu pagi.

Sekarang kondisi Nepal sudah mulai terkendali, namun pelajaran besar bagi semua bangsa didunia termasuk Indonesia bahwa ketidak adilan pejabat, keserakahan pejabat, kesewenangan pejabat dan pejabat tidak memikirkan rakyat, nasibnya bisa seperti pejabat Nepal tersebut.