Today

Black Campain, Politik Cakada Lemah Syahwat

Oleh : Hendri Gunawan

Pilkada serentak 2024 ini memang menguras tenaga, biaya dan pikiran, setiap calon dsn tim sukses, relawan. KPU dan aparatur negara yang memang terlibat dalam menyelenggarakan pilkada serentak juga sudah jauh-jauh hari mempersiapkan kegiatan pilkada tersebut dari mulai persiapan, pendaftaran, jadwal kampanye dan tahapan lainnya hingga pemilihan.

Begitu juga dengan masyarakat, ada yang peduli dan juga tidak peduli untuk mengikuti pilkada ini, padahal pilkada ini merupakan momentum untuk perbaikan 5 tahun kedepan dalam keberlanjutan untuk perubahan yang lebih baik, dari berbagai sektor pembangunan kedepannya baik fisik maupun non fisik, kebutuhan pokok masyarakat yang ini merupakan sangat penting hadir pemerintah didalamnya dalam meningkatkan dalam pertumbuhan.

Gendrang mulai Cakada sudah pada berkampanye langsung jumpa konstituen sosialisasi ide dan gagasan yang tertuang dalam visi dan misi, yang nantinya terapan program jika terpilih nantninya, senyum dan sapa menyentuh warga, cakada memanas saling senggol ada dengan cara yang shoft dan yang hard campain nya, ada yang terang-terang ganti kepemimpinan sekarang, ada yang siap lanjutkan.

Kepemimpinan Cakada 2024 ini merupakan pertarungan ide dan gagasan untuk membangun sebuah daerah, tak dipungkiri ide dan gagasan menjadi senjata utama bagi politik demokrasi yang kita anut, namun terlepas dari itu semua Cakada ada juga yang bermain di tataran hoax, fitnah, sara dan lainnya, dangan cara yang tidak baik dan kotor itu terjadi.

Maka jadilah pemilih yang bijak dalam pilihannya di pilkada serentak nantinya, sudah banyak hoax, fitnah dan isu politik black campain diantara masing-masing Cakada baik dari personal dan tim yang selalu umbar fitnah, aib dan isu yang buruk lainnya dengan harapan ini menjadi senjata politik kotornya di Cakada, sangat disayangkan kalau itu selalu dilontarkan ke publik.

Cara black campain menandakan lemah syahwat dalam berpolitik, jangan pilih Cakada seperti ini mau dibawa kemana negeri ini kalau pemimpin seperti itu. Maka pelilih yang bijak tentunya memilih Cakada yang tidak menebar hoax, fitnah dan isu sara, pilih pemimpin yang mengedepankan akhlak dan mengajak warganya dalam kebaikan pemimpin inilah yang manjedi harapan kelak.