Today

Bencana Banjir yang Melanda Beberapa Wilayah di Sumatera dan Sekitar

Mimbar-minangnews | Korban jiwa terbanyak terdapat di Provinsi Aceh dengan 513 orang tewas. Sebanyak 213 korban jiwa di antaranya berasal dari Aceh Utara.

Di Sumatera Utara, korban tewas akibat banjir dan tanah longsor mencapai 365 orang. Tapanuli Tengah tercatat paling terdampak dari segi korban jiwa, yaitu 127 orang meninggal. Sedangkan di Sumatera Barat, tercatat terdapat 262 orang meninggal akibat bencana Sumatera. Sebanyak 192 korban jiwa di antaranya berasal dari Kabupaten Agam.

Jumlah korban jiwa akibat bencana Sumatera masih berpotensi meningkat. Sebab dalam pendataan BNPB sebulan pascabencana, sebanyak 163 orang masih belum ditemukan keberadaannya.

Bencana Sumatera yang melanda 52 kabupaten atau kota di tiga provinsi tersebut juga membuat ratusan ribu jiwa mengungsi. BNPB mencatat ada 399,2 ribu orang belum dapat kembali ke rumahnya masing-masing. Jumlah pengungsi tertinggi terjadi di Aceh Utara dengan 166 ribu orang.

Dampak bencana Sumatera masif. Sebanyak 166.743 ribu rumah mengalami kerusakan. Rinciannya sebanyak 53.514 rumah rusak berat, 41.899 rusak sedang, dan 71.330 rumah mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, sarana dan prasarana juga terdampak bencana Sumatera. Data BNPB menyatakan ada lebih dari 3 ribu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

Kemudian sebanyak 215 fasilitas kesehatan rusak, 806 rumah ibadah rusak. Serta tercatat sebanyak 97 jembatan dan 99 terputus akibat diterjang air bah.

Meski bencana Sumatera berdampak masif, Presiden Prabowo Subianto memutuskan tidak menetapkan peristiwa tersebut sebagai bencana nasional. Prabowo berdalih pemerintah dapat mengatasi bencana Sumatera tersebut.

“Kami sudah kerahkan untuk penanganan. Ini tiga provinsi dari total 38 provinsi, jadi situasi terkendali. Saya monitor terus,” ujar dia.