Oleh Labai Korok
Sekolah agama salah satu solusi menampung permasalah kekurangan guru ajar beragama kristen, maka di daerah Batang Anai, Padang Sarai dibutuhkan sekolah agama baru.
Itu pembicaraan Penulis dengan Kepala Kemenag Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2021, saat itu Penulis membantu mencarikan lokasi tanah untuk membangun sekolah agama baru tersebut.
Rencana tersebut baru bisa direalisasikan untuk sekolah MTsN, karena sekolah menengah agama ini diberi tanah atau dicarikan lokasi oleh Almarhum Drs Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman), sedangkan sekolah MIN dan MAN belum didapat lokasi atau lahannya.
Andaikan sekolah Agam ini bisa dibangun di lokasi Padang Sarai, Batang Anai, maka khusus agama non muslim bisa dibuka kelas khusus untuk ajaran atau ruang belajar Agam Kristen, budha, Hindu dan lainnya.
Karena secara otomatis daerah, hanya sekolah dibawah kementrian agama yang memiliki otoritas penuh untuk menyiapkan infrastruktur fisik maupun non fisik pengajaran agama ini.
Penulis menyarankan Agara Bupati Padang Pariaman, Walikota Padang menyiapkan lahan untuk membangun sekolah Agam tersebut, lengkap dengan ruang ajar agama non muslim.
Saat ini momenya tepat dimana Sumbar sedang di isukan oleh bazer-bazer sebagai daerah intoleransi, sedangkan perlu dipahami bahwa Minangkabau secara keistimewaan juga mengatur nilai-nilai yaitu adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah.
Seran Penulis, Mentri Agama perlu memberi langkah untuk mendirikan sekolah agama di dua daerah yang non muslim cukup berkembang.
Pernyataan tersebut seiring dengan ungkapan dan respon dari Mentri agama (Menang) Nasaruddin Umar.
Ia tidak hanya menyayangkan peristiwa tersebut, yang terjadi, tetapi juga rencana menginisiasi langkah konkret dengan mengirim tim investigasi dan memperkenalkan gagasan ‘Kurikulum Cinta’ sebagai solusi fundamental untuk mengikis intoleransi.
Dan saran Penulis juga ditambah sekolah agama didaerah Padang Pariaman dan Kota Padang terkhusus sekolah MIN dan MTsN dan MAN.







