Today

Peresmian Sentra IKM Pengolahan Hortikultura di Tanah Datar: Wujud Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Petani

MMNews – Tanah Datar, 6 Mei 2025 – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia meresmikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pengolahan Produk Hortikultura yang berlokasi di Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, pada Selasa (6/5). Sentra ini dibangun sebagai respon terhadap fluktuasi harga hasil pertanian yang kerap merugikan petani.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tanah Datar, Suhermen, menjelaskan bahwa pendirian sentra ini bertujuan untuk memberikan solusi hilirisasi produk hortikultura. “Dengan adanya sentra ini, kami harapkan petani tidak lagi menjadi korban saat hasil panen melimpah dan harga anjlok. Ini adalah bentuk perlindungan dan pemberdayaan,” ujar Suhermen.

Proyek ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perindustrian sebesar Rp9,3 miliar, dengan rincian Rp7 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp2,3 miliar untuk kegiatan non-fisik. Kementerian Perindustrian RI melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) mendorong agar sentra ini dikelola secara profesional dalam bentuk koperasi.

Hadir dalam acara tersebut, Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian RI, Ir. Reni Yanita, M.Si beserta rombongan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pengelolaan sentra ini secara serius dan profesional, setara dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dirjen IKMA menargetkan empat tujuan utama dari keberadaan sentra IKM ini:

  1. Meningkatkan daya saing pelaku IKM.
  2. Menjadi pemasok bagi industri besar lainnya.
  3. Menciptakan lapangan pekerjaan yang luas.
  4. Mendorong produk IKM untuk mampu menembus pasar ekspor.

Bupati Tanah Datar mengingatkan seluruh pihak agar peresmian ini tidak menjadi seremoni semata. Ia menegaskan bahwa program ini harus benar-benar berjalan dan memberikan manfaat nyata. “Saya tidak ingin bangunan ini hanya menjadi simbol. DPRD dan seluruh elemen, termasuk wali nagari dan BUMNag, harus terlibat aktif dalam mengawasi dan menjalankan program ini,” ujar Bupati.

Sentra ini menargetkan dapat memproduksi saus tomat dan cabe, termasuk olahan produk Hortikultura lainnya

Anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar, Adib Fadhil, yang turut hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap program hilirisasi produk pertanian. Ia menyoroti pentingnya perlindungan terhadap petani yang sering kali dirugikan saat hasil panen melimpah. “Petani sering menjadi pihak paling dirugikan ketika panen melimpah namun harga anjlok. Dengan adanya hilirisasi dan pengolahan, kita berharap nilai tambah bisa dinikmati oleh petani langsung,” tegasnya.

Dengan hadirnya Sentra IKM ini, diharapkan Tanah Datar dapat menjadi contoh sukses daerah dalam pengelolaan industri berbasis potensi lokal yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani tomat dan cabe di Wilayah Kabupaten Tanah Datar.