Oleh : Hendri Gunawan
Pilkada 2024 saat ini petahana kembali bertarung dalam pilkada serentak, ada head to head, ada lawan kotak kosong, ada baru pendaftaran sudah timbul gejolak karena tidak bisa mendaftar dengan berbagai alasan, ada yang mengundurkan diri, belum berperang sudah mundur, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba mendaftar.
Pilkada serentak pasca pemilihan legislatif dan Presiden cukup menguras waktu, tenaga dan finansial, cash politik sangat tinggi 2024 ini hingga miliyaran rupiah bahkan triliunan, ada yang menggadaikan tanah, rumah dan harta berharga lainnya, tapi untung saja tidak menggadaikan istri kedua, ketiga dan keempat itupun kalau ada.
Mengutip dari Ali Bin Abi Thalib,”Kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik, akan kalah dengan kezaliman terorganisir dengan baik”. Memahami kalimat tersebut salah satu poin adalah terlena dalam eforia kemenangan baik petahana ataupun bukan petahana, padahal pemilihan saja baru tahap pendaftaran.
Benar sekali semangat kemenangan itu selalu digaungkan namun, harus dengan kerja dan program kongkrit pemenangan sapa masyarakat sampaikan visi dan misi lanjutkan atau perubahan yang dilakukan untuk pemenangan, penulis tidak menyampaikan secara teknis dan kongkrit masing-masing tim sukses sudah paham dan mengerti.
Ingat didalam tim pemenangan ada tim lawan yang menyusup akan selalu menghembuskan angin sorga kemenangan ke telinga cakada baik petahana atau tidak, sudah anda duduk manis saja sudah pasti menang, sehingga terlena sibuk dengan kegiatan rutinitas yang bukan agenda pemenangan, seperti pergi raun-raun, tamasya, refleksing, healing dan lainnya, ini yang dilakukan siap saja kalau kalah nantinya.
Kalau sudah terjadi tim saling menyalahkan lembaga survei ada pembelaan sebelumnya menang kok bisa kalah, tentu satu dan lainnya tidak mau disalahkan, disini akan jadi carut-marut diantara sesama, hingga sampai pula ke ranah hukum dan media saling serang.
Penulis hanya mengingatkan saja, fokus dengan kerja pemenangan pilkada jangan eforia dalam pemenangan, menjaga semangat menang selalu dibangun dengan kerja kongkrit, pemenangan dalam pilkada, tim sibuk dengan program pemenangan dan tetap fokus.








