Monogami Seri 1
𝕄𝕄ℕ𝕖𝕨𝕤 – Melansir Healthline, studi terhadap 31.925 pria menyebutkan, ejakulasi setidaknya 21 kali sebulan bisa mengurangi risiko kanker prostat pada pria. Dengan kata lain, untuk mencegah kanker prostat, pria perlu mengeluarkan sperma setidaknya empat kali dalam seminggu. Jadi sekurang-kurangnya 2 hari sekali pria normal sudah bisa reload.
Fenomena yang terjadi sekarang adalah kebanyakan pria-pria normal terkungkung pada doktrin penjajah yaitu monogami, sebenarnya sampai pada kondisi normal tidak ada yg salah dengan monogami tetapi pada kondisi-kondisi tertentu yang sering terjadi adalah sang pria sudah reload 3 kali sementara pasangannya yang sah tidak sanggup untuk melakukan kewajiban seperti kelelahan, gula darah tinggi, tidak bugar dan lain-alin menyebabkan kondisi hubungan pasutri semakin runyam, penulis menyebutnya dengan singa lapar yang tidak diizinkan makan pada waktunya sementara singa-singa tersebut adalah singa-singa mapan, sehat bugar, berpegang teguh pada iman, soleh dan sudah pasti pria menurut dr. Aisyah Dahlan semakin berumur semakin tampan, Namun di dalam dunia yang paradoks (ironis) justru dihadapkan pada doktrin monogami padahal syari’at meng akomodir kebutuhan ini, namun banyak muslimah menolak syari’at ini.
Seperti contoh seorang pejabat disalah satu pemerintahan melakukan poligami karena tidak ingin dikungkung oleh doktrin penjajah tersebut, sementara menurut penelitian seorang istri yang tidak mengontrol gula darah menyebabkan penurunan gairah yang pada akhirnya tidak terima dan melaporkan suaminya
Sementara penulis paham bahwasanya sang suami seorang yang bugar, mapan, good looking dan taat pada imannya tapi senjata yang sudah reload dan terkokang dengan pelatuk siap tembak terpaksa menarik pelatuk dengan cara syar’i walaupun dalam kungkungan doktrin monogami.
Eksesnya Dengan realitas paradoks doktrin monogami penjajah ini para istri Solehah setuju dengan perzinahan dan menafikan syari’ah yang halal.
Penulis
Pandeka LBnanXX








