Today

Padang Pariaman Membuat Kawasan Wisata Pinggir Pantai, Tambak Udang Perlu Kajian

Bagindo Yohanes Wempi

Padang Pariaman, MMNews – Pantai Tiram baik Tiram Ulakan dan Tiram Tapakieh tidak dibuat kawasan wisata kuliner, wisata keluarga oleh almarhum H. Muslim Kasim, dan almarhum H. Ali Mukhni, Bupati Padang Pariaman mungkin sekarang sudah dibangun tambak udang, karena kawasan ini sangat bagus untuk tambak udang.

Namun kawasan ini tidak bisa lagi dijadikan tambah udang karena sudah menjadi simbol tempat wisata kuliner, keluarga dan wisata lainnya bagi masyarakat Sumatera Barat dan Propinsi terdekat.

Sesuai pengamatan Saya sepanjang pantai Padang Pariaman mulai dari perbatasan Padang sampai Tiku, Agam, sebenarnya bisa dibuat kawasan wisata seperti Tiram tersebut namun konsep program unggulan ini yang tidak ada oleh Bupati Padang Pariaman saat ini.

Sekarang semua pinggir pantai Padang Pariaman dibiarkan dibangun tambak-tambak yang pada akhirnya merusak ekosistem, habitat binatang air dan lingkungan secara umum. Jika tidak dikembalikan kekonsep awal untuk kawasan wisata maka akan menjadi beban tersendiri bagi masyarakat dan Pemda kedepannya.

Pembangunan daerah pantai untuk wisata mempunyai peranan penting dalam mensejahterakan masyarakat di suatu nagari yang merupakan dambaan setiap manusia di dalam hidupnya.

Kesejahteraan dapat dikatakan sebagai suatu kondisi ketika seluruh kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Terpenuhinya kebutuhan manusia dari kebutuhan yang bersifat paling dasar adalah salah satu hal yang mampu membuat manusia merasakan kesejahteraan melalu kawasan wisata tersebut.

Perlu dipahami adalah banyak cara dan pengorbanan yang harus dilewati untuk meraih kesejahteraan yang bisa dilakukan oleh Bupati Padang Pariaman, salah satunya adalah dengan pemanfaatan industri pariwisata kawasan pesisir pantai yang apabila dilakukan pengembangan pariwisata maka akan meningkatkan ekonomi masyarakat disekitar pariwisata dan akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Langkah pengembangan pinggir pantai ini perlu dilakukan, daerah pantai Padang Pariaman harus dilakukan rekayasa untuk menjadi kawasan wisata seperti dahulu Saya anggota dewan telah menganggarkan dibangunya panggung atau pentas permanen untuk digunakan acara berkesenian atau tempat hiburan pantai.

Seharusnya Pemda Padang Pariaman juga kembali membangun kawasan pantai seperti asal mu asal kawasan dikembangkannga wisata tiram yang bisa dibuat disepanjang pantai Padang Pariaman.

Pembangunan kawasan itu harus diprogram unggulan khusus seperti pantai Ulakan di makam syekh Burhanuddin ditata menjadi kawasan wisata pantai religius, keluarga, dan lainnya.

Setelah itu lanjut ke daerah pantai sunur juga dibangun kawasan Wisata pantai pemuda dan pemudi misalnya dengan membangun tempat olah raga, sarana olah raga pemuda, sehingga keberadaan tambak sekarang diganti dengan kawasan wisata alam pantai yang indah.

Lanjut daerah Sungai Limau sampai kedaerah Gasan, pinggir pantainya itu direkayasa dibuat kawasan wisata yang menarik sehingga pengunjung yang jenuh singgah dipantai Kota Pariaman karena masuk kawasannya berbayar, sedangkan masuk ketempat wisata Padang Pariaman diprogram tidak berbayar tapi mendapatkan fasilitas lebih malah.

Saya yakin, orang yang biasa berkunjung ke kawasan pantai Kota Pariaman akan pindah ke pantai Padang Pariaman karena pantai kita tidak membebani pengunjung dengan retribusi pajak dan biaya lainnya.

Yang dimaksud dengan ide dan gagasan ini yang dilakukan oleh Bupati Padang Pariaman sekarang bukanlah membangun kawasan Malibo Anai dengan anggaran Pemda yang ada saat ini perlu dilakukan audit lingkungan hidup untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi bencana banjir dan longsor. (rilis)