PADANG, MMNEWS — Pemerintah Kota Padang mempercepat langkah revitalisasi kawasan Kota Tua dengan memprioritaskan pendataan dan pemetaan seluruh bangunan di kawasan bersejarah tersebut.
Wali Kota Padang Fadly Amran meminta proses pendataan diselesaikan dalam waktu dekat agar tahapan penataan kawasan dapat segera dilaksanakan. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (18/9/2026).
Pendataan tidak hanya mencakup kondisi fisik bangunan, tetapi juga status kepemilikan, pemanfaatan, serta nilai sejarah masing-masing persil. Data tersebut akan menjadi dasar bagi Pemko Padang dalam menentukan langkah penataan, pelestarian cagar budaya, dan pengembangan kawasan ke depan.
“Saya ingin proses ini dipercepat dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Setelah semuanya jelas, proses revitalisasi dapat segera dilakukan.”
— Fadly Amran, Wali Kota Padang
Bukan Sekadar Penataan Fisik
Revitalisasi Kota Tua diarahkan tidak hanya pada pembenahan bangunan dan kawasan. Pemko Padang juga ingin menghidupkan kembali aktivitas masyarakat, usaha kreatif, wisata sejarah, hingga kuliner lokal.
Fadly menyebut kawasan Kota Tua memiliki potensi untuk menjadi ruang publik yang kembali aktif sekaligus mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Program tersebut juga dikaitkan dengan Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang.
Menurut Pemko Padang, bangunan yang memiliki nilai sejarah dan masuk kategori cagar budaya perlu mendapatkan perhatian khusus sehingga revitalisasi tetap mempertahankan karakter sejarah dan identitas budaya kawasan.
Dorong Ekonomi Kreatif dan Wisata Kuliner
Selain aspek pelestarian, pengembangan kawasan juga diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dan gastronomi.
Fadly menilai kekuatan kuliner Padang yang beragam dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan. Ia juga menyampaikan perlunya rebranding yang autentik serta tata kelola profesional dan kolaboratif untuk mendukung posisi Padang dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi.
Dengan demikian, revitalisasi Kota Tua diharapkan tidak berhenti pada proyek fisik, tetapi berkembang menjadi kawasan yang hidup—tempat masyarakat beraktivitas, pelaku usaha kreatif berkembang, sejarah dipelajari, dan wisata kuliner lokal semakin dikenal.
Kolaborasi Jadi Kunci
Rapat revitalisasi tersebut turut dihadiri unsur Pemko Padang, akademisi arsitektur, pengelola Kota Tua, serta kelompok sadar wisata kawasan Kota Tua Batang Arau dan Kampung Pondok.
Langkah awal melalui pendataan yang lebih rinci menjadi penting agar setiap kebijakan penataan memiliki dasar informasi yang jelas, terutama menyangkut bangunan bersejarah, kepemilikan, pemanfaatan, dan nilai budaya.
Kota Tua Padang bukan hanya menyimpan jejak masa lalu. Melalui revitalisasi yang terencana, kawasan ini diarahkan menjadi ruang yang tetap menjaga warisan sejarah sekaligus membuka peluang baru bagi aktivitas masyarakat, ekonomi kreatif, pariwisata, dan kuliner lokal.
MMNEWS — Mimbar-MinangNews.com
Aktual, Terpercaya, Menginspirasi untuk Sumbar








