SOLOK, MMNEWS — Kabut asap yang terpantau di sejumlah wilayah Sumatera menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas sehari-hari. Di tengah kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Daswippetra, Dt Mjj Alam, menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan 20 ribu masker bagi masyarakat dan pelajar di Kota dan Kabupaten Solok.
Sebanyak 10 ribu masker telah dibagikan kepada masyarakat umum. Sementara 10 ribu masker lainnya disalurkan ke sejumlah sekolah untuk membantu melindungi para pelajar yang tetap menjalani aktivitas pendidikan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian langsung terhadap masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah ancaman penurunan kualitas udara.
Asap Meluas, Kelompok Rentan Perlu Perhatian
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam laporan September 2026 menyebut kondisi atmosfer yang relatif kering meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta meluasnya kabut asap. Pemantauan satelit BMKG juga mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan, jarak pandang dan aktivitas masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, anak-anak dan kelompok rentan menjadi bagian masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
Bagi Daswippetra, persoalan tersebut tidak cukup hanya menjadi bahan pembicaraan. Kehadiran dan tindakan nyata di tengah masyarakat dinilai penting untuk membantu mengurangi dampak yang dirasakan warga.
“Kita melihat sendiri bagaimana kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, saya terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bisa langsung membantu masyarakat,” ujar Daswippetra.
“Anak-Anak Harus Tetap Belajar, Kesehatan Jangan Dikorbankan”
Menurutnya, pembagian masker bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan kabut asap secara keseluruhan. Namun, masker dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan sederhana bagi masyarakat ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Anak-anak kita harus tetap belajar, tetapi kesehatan mereka jangan sampai dikorbankan. Masker ini salah satu ikhtiar sederhana untuk memberikan perlindungan,” katanya.
Daswippetra menilai perhatian terhadap kondisi masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab seorang wakil rakyat. Aspirasi masyarakat, menurutnya, perlu direspons tidak hanya melalui penyampaian di lembaga legislatif, tetapi juga melalui langkah konkret sesuai kemampuan.
“Bagi saya, ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan, wakil rakyat harus hadir. Tidak cukup hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi harus ada tindakan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Daswippetra berharap 20 ribu masker yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan pelajar, khususnya ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus memperhatikan perkembangan kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, serta menggunakan masker apabila harus berada di luar rumah.
“Kita tentu berharap kondisi ini segera membaik. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa membantu masyarakat dan menjadi bentuk kepedulian kita terhadap kondisi yang sedang mereka hadapi,” katanya.
BMKG sendiri masih mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kondisi atmosfer kering dan potensi kabut asap pada periode September 2026.
Bagi Daswippetra, kondisi kabut asap sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap masyarakat, terutama anak-anak dan warga yang aktivitasnya bersentuhan langsung dengan lingkungan luar.
20 ribu masker mungkin bukan jawaban atas seluruh persoalan kabut asap. Namun, di tengah udara yang tak selalu bersahabat, kepedulian kecil diharapkan mampu menjadi perlindungan nyata bagi masyarakat.
MMNEWS — Mimbar-MinangNews.com
Menyerukan Kebaikan untuk Ranah Minang







