PADANG, MMNEWS — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bukittinggi–Sicincin. Selain mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur strategis tersebut, Pemprov Sumbar memastikan proses sosialisasi, pembebasan lahan, hingga penetapan lokasi (penlok) tetap mengedepankan kepentingan masyarakat terdampak.
Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi, dalam Rapat Pembahasan Persiapan dan Percepatan Pembangunan Tol Pekanbaru–Padang ruas Bukittinggi–Sicincin, yang digelar di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Jati, Kota Padang, Kamis (10/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Arry menegaskan bahwa Pemprov Sumbar siap turun langsung ke lapangan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dan tokoh ninik mamak yang terdampak rencana pembangunan jalan tol.
Menurutnya, pendekatan persuasif serta dialog secara langsung menjadi langkah penting untuk menciptakan pemahaman bersama, mengantisipasi potensi persoalan sosial, dan memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan secara baik.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap turun langsung ke lapangan, melakukan pendekatan secara persuasif dan berdialog dengan masyarakat serta ninik mamak yang terdampak,” ujar Arry.
Percepatan Pembangunan Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Arry menyampaikan, Pemprov Sumbar memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan ruas tol Bukittinggi–Sicincin. Namun, dukungan tersebut harus diiringi pengawalan bersama agar seluruh proses berjalan tertib, transparan, dan tidak menimbulkan dinamika sosial yang merugikan masyarakat.
“Prinsipnya kita mendukung percepatan. Namun, prosesnya harus kita kawal bersama agar berjalan baik dan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian,” tegasnya.
Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak pelaksana pembangunan perlu terus diperkuat guna memperlancar proses persiapan pembangunan, termasuk sosialisasi, pembebasan lahan, dan penetapan lokasi.
Trase dan Exit Tol Disiapkan dengan Memperhatikan Permukiman
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa perencanaan trase dan exit tol untuk ruas Bukittinggi–Sicincin telah disepakati dalam pembahasan yang dilakukan bersama pihak terkait.
Exit tol direncanakan berada di kawasan Pasar Amor, Kabupaten Agam. Sementara itu, trase terbaru disebut tidak lagi melewati kawasan Kubang Putih.
Andre menegaskan, perencanaan pembangunan jalan tol tersebut dilakukan dengan memperhatikan keberadaan permukiman masyarakat.
“Ndak ado kampung dibelah (tidak ada kampung yang akan dibelah),” tegas Andre.
Ia menjelaskan, untuk wilayah tertentu seperti Banuhampu, pemerintah menyiapkan akses jaringan bypass, bukan jalur utama tol. Hal ini menjadi bagian dari upaya menyesuaikan rencana pembangunan dengan kondisi wilayah dan keberadaan masyarakat setempat.
Dorong Pembebasan Lahan Selesai dalam Hitungan Bulan
Andre mengatakan, dirinya bersama Pemprov Sumbar akan terus turun langsung ke jorong-jorong yang terdampak pembangunan untuk berdialog dengan masyarakat dan ninik mamak.
Pendekatan langsung tersebut diharapkan dapat membangun kepercayaan, memperlancar proses pembebasan lahan, serta memastikan hak masyarakat tetap diperhatikan melalui prinsip ganti untung sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap, proses pembebasan lahan dan persiapan pembangunan seksi Sicincin–Bukittinggi dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan pengalaman pembangunan ruas Padang–Sicincin sebelumnya.
“Kalau yang Padang–Sicincin prosesnya bertahun-tahun, kita berharap yang ini bisa diselesaikan dalam hitungan bulan. Tentu dengan dukungan semua pihak dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.
Sinergi Pemerintah dan Pengembang Jadi Kunci
Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Agam, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumatera Barat, serta PT Hutama Karya (Persero) selaku pengembang Jalan Tol Trans Sumatera.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya menyinergikan langkah pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak pelaksana dalam mempercepat pembangunan ruas Bukittinggi–Sicincin.
Dengan penguatan koordinasi, komunikasi yang terbuka, dan keterlibatan masyarakat sejak awal, pembangunan tol diharapkan dapat berjalan lebih lancar sekaligus memberikan manfaat bagi konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.
MMNEWS — Inspirasi, Aksi, Kolaborasi.
(adpsb/bud)







