Today

Mahyeldi: Literasi Keuangan Syariah Jadi Benteng Generasi Muda Hadapi Pinjol dan Investasi Ilegal

PADANG, MMNEWS – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan syariah sebagai benteng bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai risiko di era digital, mulai dari maraknya investasi ilegal, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga beragam bentuk penipuan berbasis teknologi.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Sharia Financial Talk (SHIFT) 2026, yang merupakan rangkaian dari Sumbar Syariah Innovation Festival (SIF) 2026, di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Mahyeldi, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka banyak peluang sekaligus menghadirkan tantangan baru. Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki kecerdasan finansial agar mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijaksana.

“Literasi keuangan menjadi bekal penting agar generasi muda mampu mengelola pendapatan, membangun kebiasaan menabung, serta berinvestasi sesuai prinsip-prinsip syariah. Dengan bekal itu, mereka tidak mudah terjebak pada praktik investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun berbagai bentuk penipuan digital,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai, penguatan literasi keuangan syariah merupakan investasi jangka panjang dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing, terutama dalam menyongsong bonus demografi Indonesia.

Selain itu, Mahyeldi juga mengajak generasi muda untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan. Menurutnya, sejarah Islam menunjukkan banyak tokoh sukses yang membangun peradaban melalui dunia usaha.

“Pelaku usaha tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian, tetapi juga berperan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah,” katanya.

Mahyeldi mengungkapkan, rasio kewirausahaan di Indonesia hingga kini masih berada pada kisaran satu digit. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda, termasuk dari Sumbar.

Ia menambahkan, nilai-nilai ekonomi syariah yang menjunjung keadilan, transparansi, tanggung jawab, dan keberlanjutan sangat selaras dengan falsafah masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Karena itu, penguatan literasi keuangan syariah tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat karakter generasi muda.

Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap aspek kehidupan. Generasi muda diharapkan mampu menyelaraskan pikiran, perkataan, dan perbuatan sehingga menjadi pribadi yang dipercaya dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, bahkan dunia.

Sementara itu, Chief Executive Officer BeraniKarya.id, Reza Firmansyah HSB, menjelaskan bahwa BeraniKarya.id merupakan platform kepemudaan yang berfokus pada penguatan ekosistem ekonomi syariah sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkarya, bertumbuh, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurut Reza, BeraniKarya.id menjalankan tiga program utama, yakni penguatan literasi ekonomi syariah, peningkatan kapasitas generasi muda melalui berbagai pelatihan keterampilan, serta pemberdayaan sosial berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas.

Ia menambahkan, penyelenggaraan SHIFT 2026 bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan kalangan muda.

Melalui penyelenggaraan SHIFT 2026, Pemerintah Provinsi Sumbar berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki literasi keuangan syariah yang baik, berjiwa wirausaha, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang berlandaskan nilai-nilai syariah dan kearifan lokal.

(adpsb/rmz/bud)
Editor: MMNEWS