BUKITTINGGI, MMNEWS — Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, mengajak Bundo Kanduang untuk terus memperkuat peran dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus perubahan zaman dan perkembangan teknologi.
Ajakan tersebut disampaikan Nanda Satria saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bundo Kanduang tentang Pendidikan Karakter Anak dan Kamanakan yang digelar di salah satu hotel di Bukittinggi, Minggu (7/6).
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota Bundo Kanduang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Bimtek tersebut bertujuan memperkuat peran perempuan Minangkabau dalam membina generasi muda agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat, budaya, dan agama di tengah dinamika perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Nanda Satria menegaskan bahwa Bundo Kanduang memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penjaga nilai-nilai adat, budaya, dan moral dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Menurutnya, peran Bundo Kanduang tidak hanya sebatas menjaga tradisi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak dan kamanakan agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
“Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, peran Bundo Kanduang sangat dibutuhkan untuk menanamkan nilai agama, adat, etika, disiplin, serta rasa tanggung jawab kepada anak dan kamanakan sejak usia dini,” ujar Nanda.
Ia menambahkan, pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dalam hal ini, Bundo Kanduang memiliki tanggung jawab besar dalam membangun fondasi moral yang kuat bagi generasi penerus.
Menurut Nanda, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, kualitas sumber daya manusia serta karakter generasi mudanya menjadi faktor utama yang menentukan masa depan daerah.
Karena itu, penguatan peran Bundo Kanduang dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga jati diri masyarakat Minangkabau sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas budaya.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami peran strategis mereka dalam mendidik anak dan kamanakan agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, berdaya saing, dan berakhlak baik.
Nanda Satria juga berharap Bundo Kanduang di Sumatera Barat terus meningkatkan kontribusinya dalam mencetak generasi unggul yang tetap berpegang teguh pada falsafah Minangkabau, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”
“Peran Bundo Kanduang sangat penting sebagai benteng utama pembentukan karakter generasi muda. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang berkualitas dan mampu membawa daerah menuju kemajuan,” pungkasnya. (***)








