PADANG, MMNEWS — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus memperkuat sinergi pembangunan bersama pemerintah kabupaten dan kota guna mempercepat pemerataan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Arry saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Solok Selatan, Khairunas, di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Padang, Selasa (9/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai usulan pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas serta aksesibilitas wilayah Solok Selatan.
Arry menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar saat ini tengah menyiapkan akselerasi pembangunan tahun 2027 melalui sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaannya lebih efektif dan saling mendukung.
“Keberadaan Pemerintah Provinsi adalah untuk memfasilitasi dan mengayomi seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Berbagai usulan yang menjadi kebutuhan daerah akan kita tampung dan sesuaikan dengan rencana pembangunan provinsi, prioritas program, serta kemampuan anggaran yang tersedia,” ujar Arry.
Pada kesempatan itu, Arry juga memaparkan kondisi Sumatera Barat pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut pada akhir tahun 2025. Menurutnya, bencana tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, tetapi juga memberikan tekanan besar terhadap perekonomian daerah.
Berdasarkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah diajukan kepada pemerintah pusat, total kerusakan dan kerugian akibat bencana mencapai Rp33,55 triliun, sementara kebutuhan anggaran pemulihan mendesak tercatat sebesar Rp21,44 triliun.
Untuk mendukung pemulihan tersebut, pemerintah pusat telah berkomitmen mengalokasikan dana sekitar Rp18 triliun secara bertahap selama periode 2026–2028. Selain itu, melalui penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026, Kabupaten Solok Selatan memperoleh tambahan dukungan anggaran sebesar Rp80,9 miliar.
Arry menambahkan, Pemprov Sumbar saat ini telah mengalokasikan berbagai program pembangunan di Solok Selatan dengan total anggaran sekitar Rp7,4 miliar melalui sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, Dinas Pangan, serta Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Salah satu program prioritas yang mulai dikerjakan pada tahun 2026 adalah pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dengan alokasi anggaran tahap awal sebesar Rp4,3 miliar.
“Pembangunan ruas jalan ini kita mulai sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi untuk membuka akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ke depan, ruas ini akan menjadi salah satu prioritas pembangunan guna meningkatkan konektivitas Solok Selatan dengan daerah sekitarnya,” katanya.
Selain pembangunan jalan, Pemprov Sumbar juga mengalokasikan sekitar Rp2,9 miliar untuk rehabilitasi infrastruktur irigasi, meliputi rehabilitasi Irigasi Bandar Bangko, rehabilitasi jaringan irigasi Bandar Bangko, serta rehabilitasi jaringan irigasi Sawah Padang guna mendukung produktivitas sektor pertanian masyarakat.
“Secara akumulasi, total anggaran pembangunan yang dialokasikan Pemprov Sumbar untuk Solok Selatan mencapai sekitar Rp7,4 miliar,” ungkap Arry.
Terkait arah pembangunan tahun 2027, Arry menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar telah menetapkan tema pembangunan “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial, dan Ketahanan Pangan.”
Tema tersebut akan diwujudkan melalui berbagai fokus pembangunan, antara lain peningkatan produktivitas pertanian, transformasi ekonomi desa berbasis koperasi dan BUMNag, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, peningkatan akses layanan dasar, pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Solok Selatan, Khairunas, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pembangunan daerah yang dipimpinnya.
Ia berharap pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dapat terus menjadi prioritas karena memiliki peran strategis dalam membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan Jalan Abai–Sungai Dareh dapat terus dilanjutkan. Jika belum memungkinkan diselesaikan pada tahun 2026, kami berharap dapat kembali menjadi prioritas pada tahun 2027. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah,” ujar Khairunas.
Khairunas juga berharap Pemerintah Provinsi Sumbar dapat terus memperjuangkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, termasuk melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, guna mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur strategis di Solok Selatan.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan serta kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
(Adpsb/rmz | MMNEWS)







