Today

Gubernur Mahyeldi: Ekonomi Syariah Harus Jadi Kekuatan Penggerak Ekonomi Sumbar

mimbar-minangnews.com

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan DAUN (Dari Nagari Untuk Negeri) Syariah Festival bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Minggu (24/5/2026).

Menurut Mahyeldi, Sumbar memiliki modal sosial, budaya, dan nilai kearifan lokal yang sangat kuat dalam pengembangan ekonomi syariah. Karakter masyarakat yang menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dinilai sangat sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah.

“Sumbar punya modal kuat untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ini yang harus terus kita optimalkan ke depan,” tegas Mahyeldi.

Ia menjelaskan, perkembangan sektor riil berbasis halal seperti kuliner halal, fesyen muslim, pariwisata halal, hingga pengelolaan zakat produktif menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari di Ranah Minang.

Namun demikian, Mahyeldi mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, terutama terkait tingkat literasi masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah, serta belum optimalnya integrasi antara industri halal dengan sektor keuangan syariah.

Karena itu, menurutnya, pengembangan ekonomi syariah harus dilakukan secara kolaboratif melalui penguatan ekosistem yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

“Ekonomi syariah tidak boleh berhenti sebagai wacana. Ia harus hadir sebagai kekuatan nyata yang mampu membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Mahyeldi juga berharap DAUN Syariah Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 dapat memperluas literasi dan inklusi ekonomi syariah di tengah masyarakat, sekaligus mempertegas posisi Sumbar sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis budaya dan inovasi digital.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, M. Abdul Majid Ikram, menyebut ekonomi dan keuangan syariah kini telah menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sumatera Barat memiliki modal budaya dan sosial yang sangat kuat untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Sumbar saat ini tetap menunjukkan tren positif dengan capaian 5,02 persen. Menurutnya, penguatan ekosistem ekonomi syariah diyakini akan semakin mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, Sumbar juga kembali masuk dalam kandidat penilaian Anugerah Adinata Syariah tingkat nasional, setelah sebelumnya berhasil meraih posisi kedua pada tahun 2025.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Eksekutif KDEKS Sumbar Prof. Ahmad Wira, Kepala BPJPH Sumbar Dr. Ikra Abdi, perwakilan perbankan syariah, akademisi, pelaku UMKM halal, serta komunitas juru sembelih halal di Sumatera Barat. (/MMNews)