PADANG, MMNEWS – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mendorong peningkatan kualitas tata suara (akustik) masjid sebagai bagian dari upaya memakmurkan rumah ibadah. Kenyamanan jamaah dalam mendengarkan bacaan imam maupun khutbah dinilai menjadi faktor penting agar masyarakat semakin betah beribadah di masjid.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat membuka Pelatihan Akustik Masjid (Batch III) Tahun 2026 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Sumbar di Hotel UNP Hospitality and Convention, Ruang Singgalang, Padang, Selasa (14/7/2026).
Menurut Arry, kualitas sistem tata suara tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata. Akustik yang baik akan membantu jamaah mendengar bacaan imam dan khatib dengan jelas sehingga ibadah berlangsung lebih khusyuk dan nyaman.
“Kenyamanan kita dalam beribadah di rumah Allah harus didukung fasilitas yang memadai. Jangan sampai imam membaca Al-Qur’an dengan indah, tetapi jamaah di bagian belakang tidak dapat mendengar dengan jelas,” ujarnya.
Arry mengapresiasi konsistensi PW DMI Sumbar yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut hingga memasuki batch ketiga. Menurutnya, program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar yang menjadikan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan umat sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Ini kegiatan yang sangat baik. Harapan kita, masyarakat semakin nyaman datang ke masjid dan surau karena didukung kualitas akustik yang baik. Masjid yang nyaman akan semakin mendorong masyarakat untuk memakmurkannya,” katanya.
Ia menegaskan, kualitas suara tidak hanya ditentukan oleh mahal atau murahnya perangkat sound system. Penempatan speaker, pengaturan sistem, kondisi ruangan, hingga kemampuan operator dalam mengelola perangkat juga sangat menentukan kejernihan suara yang diterima jamaah.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sumbar, saat ini terdapat sekitar 19.741 masjid dan musala yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus masjid dalam mengelola sistem tata suara perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak rumah ibadah.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar kita memakmurkan masjid. Kalau suara imam dan khatib terdengar jelas, jamaah akan lebih nyaman mengikuti ibadah dan kajian,” tambahnya.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, Arry juga mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan sebagai wadah berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai persoalan akustik yang dihadapi di masjid masing-masing.
Pelatihan Akustik Masjid Batch III diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Peserta terdiri atas pengurus masjid, pengurus DMI, teknisi masjid, garin, hingga pengelola rumah ibadah. Kegiatan berlangsung selama satu hari dengan dua sesi pembelajaran yang diawali pre-test dan diakhiri post-test.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam merancang, mengoperasikan, serta mengoptimalkan sistem akustik masjid agar menghasilkan kualitas suara yang jernih, merata, dan nyaman didengar oleh seluruh jamaah. Kegiatan tersebut didukung oleh Paragon Corp, TOA, dan Bank Nagari.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat DMI H. Rofiqul Umam, Ketua PW DMI Sumbar Prof. Dr. KH. Ganefri, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar H. Mustapa, M.A., jajaran pengurus DMI, serta peserta pelatihan dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
(adpsb/cen | Diolah: MMNEWS)







