Today

Sekdaprov Sumbar: Sepak Bola Mampu Satukan Masyarakat Lintas Kalangan

PADANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir yang digelar di halaman Kantor TVRI Sumbar, Padang, Selasa malam (7/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah itu turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Adel Wahidi, serta ratusan masyarakat pecinta sepak bola yang memadati lokasi acara.

Di sela-sela kegiatan, Arry Yuswandi menegaskan bahwa sepak bola merupakan olahraga yang memiliki kekuatan besar dalam menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang tetap tinggi menyaksikan pertandingan Piala Dunia, meskipun berlangsung hingga dini hari, menjadi bukti nyata bahwa sepak bola telah menjadi bagian dari kehidupan sekaligus hiburan masyarakat lintas generasi.

“Walaupun sebagian besar pertandingan berlangsung pada dini hari, masyarakat tetap antusias menyaksikannya. Ini menunjukkan kecintaan yang luar biasa terhadap sepak bola,” ujar Arry.

Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat tersebut juga mencerminkan harapan besar agar suatu saat Tim Nasional Indonesia mampu tampil di putaran final Piala Dunia.

“Sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Mudah-mudahan ke depan Indonesia dapat tampil di Piala Dunia sehingga semangat dan kebanggaan masyarakat akan semakin besar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Arry mengaku secara pribadi memberikan dukungan kepada Mesir. Namun, pertandingan yang berlangsung sengit akhirnya dimenangkan Argentina dengan skor tipis 3-2.

Suasana nobar berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat sportivitas. Para penonton tetap menikmati jalannya pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan, meskipun tim favorit mereka belum tentu meraih kemenangan. Kebersamaan yang tercipta sepanjang acara menjadi bukti bahwa olahraga, khususnya sepak bola, mampu menjadi perekat persatuan masyarakat tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang.

(adpsb/bud | MMNEWS)