JAKARTA, MMNEWS — Peran guru tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan di ruang kelas. Guru juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa ingin tahu, membentuk cara berpikir, membuka wawasan, serta mendorong seseorang untuk terus belajar dan berkembang.
Pandangan tersebut disampaikan Harman Subakat, Group CEO ParagonCorp, dalam diskusi Endgame Townhall 2026 bersama Gita Wirjawan dan Hendra Kwee di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Harman, pengalaman bertemu guru yang menginspirasi sejak masa kecil turut membentuk cara pandangnya mengenai kepemimpinan dan bagaimana sebuah organisasi seharusnya menumbuhkan manusia.
“Ketika kita kecil, kita selalu bertemu sosok-sosok guru. Kita ingat guru yang inspiratif, ceritanya, dan motivasinya. Saya merasa kehidupan founder itu sejatinya juga kehidupan seorang guru, dan sejatinya sebuah perusahaan yang dibangun adalah manusianya,” ujar Harman.
Bagi Harman, prinsip seorang guru dalam membantu orang lain bertumbuh memiliki relevansi luas, termasuk dalam membangun organisasi dan lingkungan kerja.
Guru Inspiratif Membuka Lebih Banyak Kemungkinan
Dalam diskusi tersebut, Harman menekankan pentingnya makna inspiring dalam melihat peran seorang guru.
Guru yang memberikan dampak, menurutnya, bukan hanya mereka yang mampu menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga yang mampu membuka percakapan, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan membantu murid melihat lebih banyak kemungkinan untuk masa depannya.
Pandangan itu sejalan dengan perhatian ParagonCorp terhadap pengembangan ekosistem pendidikan melalui Wardah Inspiring Teacher. Selama delapan tahun, program tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk belajar, berbagi pengalaman, sekaligus mengembangkan kapasitas agar dapat memberikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi murid dan lingkungannya.
Program tersebut melibatkan rekomendasi dari murid terhadap guru yang dinilai inspiratif, kemudian dilanjutkan dengan proses kurasi, pengembangan kapasitas, serta pendampingan melalui coaching.
Harman menilai penguatan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, hingga dunia usaha.
“Apa yang kita lakukan hari ini jangan sampai sekadar mengunduh informasi atau inspirasi. Bagaimana ini bisa menjadi movement, menjadi ide bersama. Yang bisa kita lakukan hari ini, kita lakukan sebaik mungkin,” tuturnya.
Dari Ruang Belajar hingga Dunia Kerja
Semangat belajar dan bertumbuh juga menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia di ParagonCorp.
Melalui Paragon University, perusahaan mengembangkan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong manusia memahami alasan dan tujuan dari apa yang mereka kerjakan.
Harman menyebut kebiasaan bertanya mengenai why menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri.
Ia mengingat pengalaman belajar dari para pendiri ParagonCorp yang membentuk cara berpikir tersebut.
“Ibu tidak pernah mengajari saya omzetnya berapa. Beliau selalu bertanya ‘why’. Kalau brand ini bisa berhasil, kenapa yang lain tidak? Dari sana saya merasa proses seperti ini harus diinstitusionalkan,” ungkap Harman.
Menurutnya, proses belajar tidak semestinya berhenti ketika seseorang menyelesaikan pendidikan formal. Dunia kerja juga harus menjadi ruang untuk terus bertanya, mengeksplorasi, berdiskusi, mencoba, dan menemukan solusi baru.
Mendorong Riset dan Inovasi
Semangat pembelajaran tersebut kemudian diperluas melalui penguatan riset dan inovasi.
Harman menilai dunia usaha memiliki ruang penting untuk mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan industri dan peluang pengembangan solusi yang memberikan manfaat lebih luas.
“Ketika hasil-hasil penelitian itu sudah ada, pertanyaannya kemudian diserap ke mana? Kalau Pak Hendra berjuang di pengajaran dan gurunya, ini adalah panggilan bagi korporasi,” kata Harman.
ParagonCorp terus memperkuat fungsi Research and Development (R&D) sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan lingkungan akademik.
Menurut Harman, proses riset tidak selalu harus berujung langsung pada komersialisasi. Sebuah gagasan, white paper, maupun paten dapat menjadi bagian dari perjalanan inovasi yang berkembang secara bertahap.
“Mungkin baru menjadi paten dulu, mungkin belum bisa dikomersialisasikan. Saya yakin ini bisa menjadi satu cerita besar ketika semuanya disandingkan,” jelasnya.
Bertumbuh Bersama untuk Memberikan Kebermanfaatan
Bagi ParagonCorp, pengembangan manusia merupakan bagian dari perjalanan mewujudkan purpose perusahaan.
Prinsip tersebut tercermin dalam pesan yang ditanamkan oleh pendiri ParagonCorp:
“Paragon tidak akan bisa lebih besar daripada orang-orang di dalamnya.”
Karena itu, kepemimpinan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas mengarahkan, tetapi juga menciptakan ruang agar setiap individu dapat belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi terbaik.
Semangat tersebut juga tercermin melalui Wardah Inspiring Teacher yang hingga kini telah menjangkau lebih dari 25.000 guru di berbagai wilayah Indonesia.
Harman menutup refleksinya dengan menekankan pentingnya perjalanan dari adab, ilmu, dan amal menuju kebermanfaatan.
“Adab, ilmu, amal, manfaat, insya Allah kita akan memperbaiki peradaban ini sama-sama,” pungkas Harman.
BNEWS
Harman Subakat: Membangun Manusia Dimulai dari Guru, Berlanjut hingga Dunia Kerja
JAKARTA, BNEWS — Pendidikan bukan sekadar proses menyampaikan ilmu. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses menumbuhkan manusia agar memiliki rasa ingin tahu, cara berpikir yang berkembang, serta keberanian untuk terus belajar.
Hal tersebut menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Harman Subakat, Group CEO ParagonCorp, dalam panggung Endgame Townhall 2026 bersama Gita Wirjawan dan Hendra Kwee di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Harman mengatakan, sosok guru yang inspiratif memiliki pengaruh yang dapat melekat sepanjang kehidupan seseorang. Pengalaman tersebut kemudian membentuk pandangannya bahwa prinsip seorang guru dalam menumbuhkan manusia juga dapat diterapkan dalam kepemimpinan dan pembangunan organisasi.
“Saya merasa kehidupan founder itu sejatinya juga kehidupan seorang guru, dan sejatinya sebuah perusahaan yang dibangun adalah manusianya,” ujar Harman.
Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Menurut Harman, guru yang menginspirasi bukan hanya guru yang mampu memberikan pengetahuan, tetapi juga mereka yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan membuka pandangan murid terhadap berbagai kemungkinan di masa depan.
Semangat tersebut salah satunya diwujudkan ParagonCorp melalui Wardah Inspiring Teacher, yang selama delapan tahun menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan kapasitas guru di Indonesia.
Melalui program ini, guru mendapatkan kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, mengikuti proses pengembangan kapasitas, hingga memperoleh pendampingan melalui coaching.
Program tersebut juga melibatkan murid dalam memberikan rekomendasi terhadap guru yang dianggap memberikan inspirasi.
Harman menilai pengembangan pendidikan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.
Pemerintah, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha memiliki peran masing-masing dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan manusia terus belajar dan berkembang.
Budaya Belajar Berlanjut di Dunia Kerja
Bagi ParagonCorp, semangat bertumbuh tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan bangku sekolah atau perguruan tinggi.
Melalui Paragon University, perusahaan membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong karyawan tidak hanya mengetahui apa yang dikerjakan, tetapi juga memahami mengapa pekerjaan tersebut dilakukan.
Harman menyebut kebiasaan mempertanyakan why menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pola pikir yang terus berkembang.
“Kalau brand ini bisa berhasil, kenapa yang lain tidak? Dari sana saya merasa proses seperti ini harus diinstitusionalkan,” ungkapnya.
Budaya tersebut kemudian berjalan beriringan dengan pengembangan riset dan inovasi di ParagonCorp.
Menurut Harman, korporasi dapat menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan dunia pendidikan, penelitian, dan kebutuhan industri.
Riset Tidak Selalu Harus Langsung Dikomersialisasikan
ParagonCorp juga terus memperkuat fungsi R&D dan membuka peluang kolaborasi dengan lingkungan akademik.
Harman mendorong tim untuk terus bereksperimen, mengeksplorasi gagasan, dan menghasilkan pengetahuan baru.
Ia menilai hasil riset tidak selalu harus langsung menghasilkan produk komersial. Penelitian dapat berkembang menjadi white paper, paten, maupun gagasan baru yang suatu saat memberikan manfaat lebih besar.
“Mungkin baru menjadi paten dulu, mungkin belum bisa dikomersialisasikan. Saya yakin ini bisa menjadi satu cerita besar ketika semuanya disandingkan,” jelas Harman.
“Paragon Tidak Akan Bisa Lebih Besar daripada Orang-orang di Dalamnya”
Bagi Harman, pertumbuhan organisasi pada akhirnya sangat berkaitan dengan pertumbuhan manusia yang berada di dalamnya.
Prinsip yang diwariskan pendiri ParagonCorp tersebut menjadi salah satu landasan dalam membangun budaya organisasi:
“Paragon tidak akan bisa lebih besar daripada orang-orang di dalamnya.”
Karena itu, kepemimpinan juga berarti menciptakan ruang bagi setiap individu untuk belajar, mencoba, bertumbuh, dan memberikan kontribusi terbaik.
Semangat tersebut turut diwujudkan melalui Wardah Inspiring Teacher, yang telah menjangkau lebih dari 25.000 guru di berbagai wilayah Indonesia.
Harman berharap berbagai upaya tersebut tidak berhenti sebagai inspirasi, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat manusia dan pendidikan Indonesia.
“Adab, ilmu, amal, manfaat, insya Allah kita akan memperbaiki peradaban ini sama-sama,” pungkasnya.








