PADANG, MMNEWS — Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi terus memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon wisata religi dan pusat kegiatan umat di Sumatera Barat. Tidak hanya menonjol dari sisi arsitektur, masjid ini juga tengah mendapat perhatian dalam penilaian tingkat nasional yang berkaitan dengan keunikan pengelolaan, inovasi program, serta pengembangan konsep pariwisata halal.
Dalam kesempatan bincang-bincang ringan bersama Tim Media Group MMNEWS, Pengurus Harian Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, H. Herius Nasir, menyampaikan optimismenya agar masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut mampu meraih hasil terbaik dalam penilaian tingkat nasional.
Menurut Herius Nasir, berbagai inovasi yang dikembangkan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat fungsi utama masjid sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadikannya sebagai pusat sosial, ekonomi, pendidikan, wisata religi dan pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap keunikan tata kelola serta berbagai program yang telah dan sedang dikembangkan mampu mengantarkan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi meraih Juara I tingkat nasional.
“Harapan kita tentu bisa menjadi juara satu di tingkat nasional. Karena yang dinilai bukan hanya bangunan, tetapi juga bagaimana pengelolaan masjid, inovasi, program dan manfaatnya untuk masyarakat,” ungkap H. Herius Nasir dalam perbincangan bersama MMNEWS.
Optimisme tersebut semakin menguat seiring adanya perhatian dari pemerintah daerah. Kamis, 27 Agustus 2026, Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi menerima kunjungan dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung pengelolaan, program serta berbagai potensi yang dimiliki kawasan Masjid Raya dalam mendukung pengembangan wisata religi dan ekosistem pariwisata halal di Sumatera Barat.
Revitalisasi Aset, Bukan Sekadar Mempercantik Bangunan
Konsep pengembangan Masjid Raya saat ini mengarah pada revitalisasi aset secara menyeluruh. Revitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai perawatan fisik bangunan, tetapi juga optimalisasi aset dan sumber daya agar mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi dan keagamaan yang lebih luas.
Ada tiga sasaran utama yang terus didorong, yakni meningkatkan kualitas pelayanan masjid, memperluas manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat kelembagaan dan kemandirian ekonomi masjid.
Dengan pendekatan tersebut, Masjid Raya diarahkan menjadi pusat ibadah yang nyaman sekaligus ruang publik yang produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat.
Tata Kelola Profesional dan Standar Internasional
Salah satu keunikan yang menjadi bagian penting dari pengembangan masjid adalah upaya mendorong tata kelola berstandar internasional melalui penerapan ISO 9001 Manajemen Mutu dan ISO 26000 Social Responsibility.
Langkah ini diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan masjid yang profesional, transparan, terukur dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi juga diproyeksikan menjadi masjid yang mampu menunjukkan bahwa tata kelola rumah ibadah dapat dikembangkan dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Minangkabau.
Kawasan Halal Lifestyle Jadi Daya Tarik
Keunikan lainnya terletak pada gagasan pengembangan Kawasan Halal Lifestyle yang mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan ekonomi, pariwisata dan pelayanan publik.
Sejumlah fasilitas direncanakan dan dikembangkan, mulai dari Plaza Halal Center, Taman Manasik, bazaar, Halal Center, food court, restoran, pusat suvenir, Bank dan ATM Center hingga Tourist Information Center.
Kawasan tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas halal yang mampu menarik jamaah, wisatawan domestik maupun mancanegara.
Konsep tersebut sejalan dengan positioning Masjid Raya sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan Sumatera Barat.
Wakaf Produktif dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Program ekonomi berbasis masjid juga menjadi perhatian. Beberapa inovasi telah dikembangkan melalui Wakaf Mart, koperasi masjid, kursi pijat, kawasan wakaf produktif, kolam budidaya ikan serta berbagai fasilitas pendukung aktivitas masyarakat.
Model ini memperlihatkan bagaimana aset masjid dapat dikelola secara produktif sekaligus tetap diarahkan untuk kepentingan jamaah dan pemberdayaan umat.
Pengembangan koperasi masjid juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi halal di sekitar kawasan masjid.
Jadi Pusat Kegiatan Nasional dan Internasional
Sepanjang 2026, Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi juga semakin aktif menjadi lokasi berbagai agenda keagamaan, sosial dan pariwisata.
Kawasan masjid telah menjadi ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala daerah, nasional hingga internasional, termasuk Minang Halal Fest 2026.
Berbagai kunjungan tokoh, kegiatan dakwah, festival halal dan aktivitas masyarakat semakin menguatkan fungsi Masjid Raya sebagai pusat peradaban dan interaksi umat.
Harapan Besar untuk Sumatera Barat
Bagi H. Herius Nasir, pencapaian juara tingkat nasional bukan hanya persoalan penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kepada Indonesia bahwa Sumatera Barat memiliki model pengelolaan masjid yang inovatif, profesional dan bermanfaat luas bagi masyarakat.
Keberhasilan Masjid Raya dalam penilaian nasional nantinya diharapkan mampu membawa nama baik Sumatera Barat sekaligus menjadi inspirasi bagi pengelolaan masjid-masjid lain di Indonesia.
Dengan arsitektur yang telah menjadi ikon, kekuatan budaya Minangkabau, program sosial-ekonomi, konsep halal lifestyle serta inovasi tata kelola yang terus dikembangkan, Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi kini membawa satu harapan besar: menjadi role model masjid berkelas dunia sekaligus meraih prestasi terbaik di tingkat nasional.
MMNEWS — Mimbar Minang News
Media Informasi Sumatera Barat







