Pasaman, Mimbar-MinangNews – 13 Februari 2026
Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia menyalurkan bantuan stimulan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dengan kategori kerusakan rumah ringan dan sedang.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman dan berlangsung secara serentak melalui sambungan virtual bersama wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana yang melanda wilayah Sumatera bagian utara beberapa waktu lalu. Selain penyaluran bantuan stimulan, agenda juga difokuskan pada penguatan Program Nagari Tangguh Bencana di Kabupaten Pasaman guna membangun sistem mitigasi bencana yang lebih preventif, terencana, dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Pasaman, Parulian Dalimunthe, yang hadir mewakili Bupati Pasaman, menyampaikan apresiasi atas respons cepat BNPB dalam melakukan koordinasi sejak awal masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi.
“Bantuan stimulan ini diharapkan menjadi energi baru bagi masyarakat untuk membangun kembali tempat tinggalnya secara bermartabat serta menata kembali kehidupan dengan semangat optimisme,” ujar Parulian dalam sambutan Bupati Pasaman.
Secara regional, penyaluran bantuan serentak di tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—menunjukkan luasnya dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh anomali cuaca ekstrem di kawasan tersebut.
Pemerintah pusat melalui BNPB menegaskan bahwa bantuan ini bersifat stimulan, guna mendorong masyarakat melakukan perbaikan rumah secara mandiri sesuai standar bangunan tahan bencana.
Wakil Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh Camat dan Wali Nagari agar mengawal proses distribusi bantuan dengan penuh tanggung jawab. Akurasi data penerima manfaat serta transparansi administrasi diharapkan tetap terjaga guna menghindari potensi penyimpangan dalam penyaluran bantuan.
Sementara itu, perwakilan BNPB Pusat, Afrial Rosya, menjelaskan bahwa Kabupaten Pasaman menjadi salah satu daerah dari tiga provinsi di Sumatera yang menerima bantuan rehabilitasi rumah pascabencana.
Menurutnya, besaran bantuan yang diterima masyarakat berbeda-beda, disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah. Proses pencairan dana dilakukan secara bertahap agar penggunaannya tepat sasaran dan difokuskan untuk perbaikan hunian.
Kepala Pelaksana BPBD Pasaman, Mardianto, menyebutkan bahwa bantuan stimulan dari pemerintah pusat tersebut diberikan kepada 25 penerima manfaat di Kabupaten Pasaman, dengan rincian 21 unit rumah mengalami kerusakan ringan dan 4 unit rumah mengalami kerusakan sedang.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat oleh Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe, Ketua DPRD Pasaman, unsur Forkopimda, pimpinan Bank BRI, serta Kepala Pelaksana BPBD Pasaman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BNPB RI, unsur Forkopimda Kabupaten Pasaman, para Asisten, Staf Ahli, serta jajaran Kepala OPD terkait.
(Karno).








