Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Sumbar menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap usulan pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur jalan. Ia mengingatkan agar setiap proposal disusun secara detail dan lengkap.
“Setiap usulan harus jelas, mulai dari nama jalan, alamat RT dan RW, lebar serta panjang jalan, hingga rincian anggaran, termasuk pajak dan biaya perencanaan. Kalau usulan lengkap, maka saat pengerjaan bisa dilaksanakan secara maksimal dan tidak bermasalah di kemudian hari,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersifat kolektif dan tidak diperuntukkan bagi kepentingan pribadi.
“Untuk provinsi tidak ada bantuan pribadi. Yang bersifat pribadi itu ada di tingkat kota atau kabupaten,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua DPRD Sumbar mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk membangun pola pikir kolektif demi mencapai keberhasilan bersama.
“Mari belajar berpikir bersama-sama. Kalau ingin bahagia, maka bahagiakanlah banyak orang,” tuturnya, yang disambut antusias para peserta reses.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kesuksesan dunia dan akhirat. Menurutnya, sukses dunia penting, namun sukses akhirat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ia merinci empat kunci kesuksesan seorang muslim, yakni ilmu, keterampilan (skill), kejujuran dan kepercayaan (trust), serta kesungguhan dalam berusaha.
“Fokuslah pada setiap usaha yang dilakukan. Kesungguhan itu akan menentukan hasil,” katanya.
Terkait aspirasi yang disampaikan, Ketua DPRD Sumbar memastikan seluruh masukan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran. Aspirasi tersebut akan dipilah berdasarkan kewenangan pemerintah kota dan provinsi serta disesuaikan dengan skala prioritas pembangunan.
“Daerah rawan dan terdampak bencana tentu menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*)







