
MMNews, AGAM — Kondisi bencana hidrometeorologi kembali terjadi di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pada malam hari, debit air sungai di sekitar wilayah Saniang Baka dilaporkan mengalami peningkatan signifikan hingga meluap ke badan jalan dan permukiman warga. Situasi ini menyebabkan akses utama menuju beberapa daerah terputus dan menghambat mobilitas masyarakat serta tim penanganan darurat.
Berdasarkan laporan kondisi lapangan secara real time, luapan air telah menggenangi jalan dan rumah warga di sekitar posko. Demi keselamatan, seluruh tim medis yang sebelumnya berada di posko diarahkan untuk sementara menuju masjid terdekat bersama koordinator lapangan, Pak Tito, sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan debit air susulan.
Dalam kondisi yang sama, tim Emergency Medical Team (EMT) RSU Aisyiyah Padang yang bertugas di wilayah Saniang Baka tetap menjalankan tugas kemanusiaan meski menghadapi kendala berat. Akses menuju Muaro Pingai dilaporkan terputus total, sehingga kendaraan roda empat termasuk ambulans tidak dapat melintas akibat genangan air dan kondisi jalan yang tidak memungkinkan.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat tim medis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Untuk memastikan obat-obatan dan perlengkapan medis tetap sampai ke posko kesehatan, tim melakukan distribusi dengan menggunakan sepeda motor. Langkah ini diambil sebagai solusi darurat agar layanan kesehatan bagi warga tetap berjalan di tengah kondisi medan yang sulit.
Keberadaan tim EMT RSU Aisyiyah Padang di lokasi bencana menjadi bukti nyata komitmen tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan tanpa mengenal waktu dan kondisi. Mereka tetap siaga memantau kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan penyakit kronis yang membutuhkan perhatian khusus.
Pihak terkait terus melakukan pemantauan perkembangan debit air sungai dan kondisi cuaca, serta berkoordinasi dengan relawan dan unsur penanggulangan bencana lainnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk.
Upaya kolaboratif antara tenaga medis, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat bencana ini. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus berupaya melakukan penanganan darurat demi keselamatan dan kesehatan warga terdampak.








