Oleh Labai Korok
Mimbar-minangnews.com – Sekitar lebih kurang puluha ribuan massa dari berbagai kelompok masyarakat sipil, mahasiswa, organisasi kepemudaan dan ojol menggelar aksi demonstrasi menolak kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendesak demi kepentingan publik.
Ini merupakan demo terbesar dalam sejarah Sumatera Barat setelah demonstrasi tahun 1998, masa tumpah ruah, kondisikan seperti pasar rakyat.
Demonstrasi bertajuk Indonesia (C)emas Jilid II digelar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar), Kota Padang, Senin (01/09/2025).
Massa Sumbar dengan aksi elegan dan tertib melangsungkan demo tersebut berjalan dengan damai. Selama aksi massa satu sama lain saling mengingatkan agar tidak mudah terprovokasi dan fokus kepada aspirasi yang ingin disampaikan.
Dengan ammanya kondisi demostrasi yang terjadi di DPRD Sumbar, ini dibuktikan dengan Wakil Gubernur, Vasko Rusaimy bisa hadir bersama masa tampa pengawalan yang ketat.
Sang Uda Wagub, Vasko ini, ikut mendengarkan para demonstran menyampaikan orasi, tuntutan dalam aksi, poinnya adalah agar Indonesia kedepan lebih baik.
Suasana aksi demonstrasi Sumatera Barat sangat kondusif, situasi ini mendapat apresiasi dari masyarakat, tokoh-tokoh publik bahwa demo di Sumbar agak lain dari yang lain yaitu tidak melakukan perusahan dan pembakaran seperti daerah, Propinsi lain di Indonesia.
Dengan situasi demo yang puluhan ribu masa turun kejalan kemari, dengan kondisi aksi ternyata aman, damai, kondusif. Ini juga mencerminkan bahwa ranan minang merupakan daerah yang tepat untuk tinggal dan bermukim.
Menurut Penulis keadaan ini sangat menguntungkan bagi daerah Sumatera Barat, daerah aman yang jadi tempat kunjungan wisatawan disaat daerah lain rusuh. Ini pun bisa sebagai simbol bahwa Sumatera Barat daerah tempat semua suku, bangsa, masyarakat berlindung dalam kondisi Nagara tidak stabil.








