Oleh Labai Korok
Situasi ranah Minang hari ini tidak baik-baik saja, banyak kasus kemaksiatan yang lagi viral di media sosial, kemarin ada pembunuhan putri penjual gorengan, teranyir mantan anggota dewan menghamili pelajar, serta berita terbaru ada ASN jadi bandar narkoba dan lainnya.
Kesemua kasus itu perlu menjadi keprihatinan bersama, dan tentu dicarikan solusinya yang tidak menganggapnya sekedar kejadian biasa-biasa dan selalu bersikap membiarkan maksiat terjadi.
Penulis mengajak kita semua bahwa satu bulan lagi lebih kurang akan masuk bulan suci Ramadhan, maka momen menjelang masuknya bulan Ramadhan ini kita perlu mempersiapkan diri dan memulai meninggalkan maksiat yang sudah menjadi kebiasaan dalam hidup.
Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan, dikarenakan bulan ini memiliki beberapa keutamaan atau sagat banyak manfaat seperti berikut ini.
Ramadhan Bulan Diturunkannya Al-Qur’an Ramadhan merupakan syahrul Quran (bulan Al-Quran) untuk kebaikan ummat manusia, pedoman tidak agar tidak terjadinya maksiat.
Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan. Allah Swt berfirman yang artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).
Sama-sama diketahui bahwa Allah Ta’ala menyediakan Ramadhan sebagai fasilitas penghapusan dosa selama kita menjauhi dosa besar. Nabi SAW bersabda yang artinya: ”Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadhan ke Ramadhan menghapuskan dosa-dosa.
Diantara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi”. (HR. Muslim). Melalui berbagai aktifitas ibadah di bulan Ramadhan Allah Swt menghapuskan dosa kita. Di antaranya adalah puasa Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi Saw yang artinya : “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.(HR.Bukhari dan Muslim).
Uraian diatas motivasi saatnya momen memasuki bulan Ramadhan ini Kita perbaiki diri, hilangkan prilaku maksiat dalam diri Kita manusia ini, jika itu bisa dilakukan maka ada keyakinan bangsa dan negara akan lebih baik kedepannya. Ranah Minangkabau menjadi daerah bebas dari maksiat.







