PADANG, MMNEWS — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan sekaligus penegasan arah Sumbar menghadapi tantangan ke depan.
Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Hari Jadi ke-81 dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Tan Sri Dato’ Seri Panglima Dr. Rais Yatim yang hadir secara daring. Hadir pula unsur Forkopimda, anggota DPR dan DPD RI asal Sumbar, pimpinan dan anggota DPRD Sumbar, kepala daerah kabupaten/kota, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat.
Muhidi: Usia 81 Tahun Bukan Sekadar Angka
Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi menegaskan, usia 81 tahun harus menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan daerah, capaian pembangunan dan tantangan yang masih dihadapi.
Menurutnya, berbagai peristiwa yang pernah dialami Sumbar, mulai dari gempa bumi 2009, pandemi Covid-19 hingga bencana hidrometeorologi, menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat ketangguhan masyarakat dan pemerintah daerah.
“Usia 81 tahun bukan sekadar angka. Ini momentum untuk melihat kembali perjalanan daerah, capaian pembangunan, tantangan yang dihadapi sekaligus memikirkan warisan bagi generasi berikutnya,” demikian pesan Muhidi dalam pidatonya.
Pada sektor pembangunan manusia, sejumlah indikator menjadi bagian dari refleksi tersebut. Data yang dipaparkan menunjukkan IPM Sumatera Barat mencapai 77,27, sementara tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat 5,27 persen. Indeks Gini juga berada pada angka 0,285.
Muhidi menekankan pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui angka makro. Pendidikan, keterampilan generasi muda, kreativitas, inovasi serta penguatan UMKM perlu terus mendapat perhatian.
UMKM, menurutnya, perlu didorong naik kelas melalui peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan, perluasan pasar, digitalisasi dan pendampingan.
Budaya Minangkabau dan Ketangguhan Bencana
Pesan lain yang mengemuka adalah pentingnya menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.
Nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah disebut sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Sumatera Barat yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Pada saat yang sama, pembangunan ekonomi juga harus berjalan seiring dengan kesiapsiagaan bencana.
Risiko gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, longsor hingga banjir menjadi tantangan yang membutuhkan mitigasi dan kesiapsiagaan berkelanjutan. Karena itu, aspek risiko bencana perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.
Mahyeldi: Hari Jadi Bukan Sekadar Seremoni
Senada dengan itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa Hari Jadi ke-81 harus dimaknai sebagai momentum untuk mengenang sejarah, menghargai jasa para pendahulu, mensyukuri capaian sekaligus melakukan evaluasi terhadap pekerjaan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
Mahyeldi memaparkan sejumlah indikator pembangunan Sumbar, di antaranya IPM 2025 sebesar 77,27, tingkat kemiskinan Maret 2026 sebesar 5,27 persen, serta pertumbuhan ekonomi Sumbar pada Triwulan II 2026 sebesar 4,54 persen secara tahunan.
Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesempatan kerja, pendapatan riil dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
“Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”
Dalam momentum Hari Jadi ke-81, pesan utama yang diangkat adalah “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh.”
Sumbar Tumbuh dimaknai sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian dan membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda.
Sementara Sumbar Tangguh menggambarkan kemampuan masyarakat dan daerah dalam menghadapi tantangan, bangkit dari kesulitan serta memperkuat fondasi sosial, budaya dan pemerintahan.
Arah tersebut sejalan dengan perhatian Pemprov Sumbar terhadap pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat mitigasi bencana. Pemerintah daerah sebelumnya juga menempatkan mitigasi bencana sebagai salah satu fondasi dalam strategi pembangunan ekonomi Sumbar.
Kolaborasi Jadi Kunci
Baik DPRD maupun Pemprov Sumbar menempatkan kolaborasi sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan daerah.
Pemerintah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan perantau diharapkan terus memperkuat sinergi agar berbagai potensi Sumatera Barat dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Momentum Hari Jadi ke-81 akhirnya tidak berhenti pada perayaan seremonial. Pesan yang mengemuka adalah bagaimana capaian pembangunan diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus membangun Sumatera Barat yang mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Sumbar Tumbuh. Sumbar Tangguh. Bersama membangun Sumatera Barat yang maju, sejahtera dan berbudaya.
(*)
MMNEWS — Mimbar Minang News
Media Informasi, Inspirasi dan Aspirasi Ranah Minang







