Today

PUASA RAMADHAN MEWUJUDKAN PEMIMPIN UTAMA YANG BERTAQWA Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H

 

Pemimpin Utama Memiliki Tuah dan Marwah

Pemimpin utama dapat dimaknai sebagai sosok pemimpin yang ulung dan unggul, yang memiliki kelebihan serta keutamaan dalam memimpin umat maupun negara. Dalam petuah orang tua-tua disebutkan bahwa “pemimpin utama ke laut terkenal, ke darat ternama, padanya terhimpun tuah dan marwah.”

Pemimpin utama adalah figur tanpa cela dalam kepemimpinannya, bekerja paling awal, dan menjadi teladan bagi yang dipimpinnya. Ungkapan tradisional menggambarkan sosok pemimpin demikian:

Sebagai pemimpin ia utama,
Dada berisi ilmu sempurna,
Menjalankan tugas sepenuh daya,
Memikul beban sekuat tenaga,
Rakyat dibela, negeri dipelihara.

Hati bersih, budi mulia,
Bekerja ikhlas penuh rela,
Berkorban dan berjasa dengan setia.

Dijadikan pemimpin negeri sejahtera,
Dijadikan ketua tidak tercela,
Dijadikan induk kuat membela,
Dijadikan tiang kokoh menyangga,
Dijadikan tudung tempat bernaung,
Dijadikan pucuk tempat berharap.

Bila dipilih hilang perselisihan,
Bila diangkat lenyap kemaksiatan,
Memimpin negeri membawa tuah,
Memimpin umat menghadirkan rahmat.

Pemimpin Utama yang Bertaqwa

Pemimpin utama sejatinya adalah pemimpin yang bertaqwa, yakni mereka yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap kebijakan dan tindakan. Beberapa prinsip dasar kepemimpinan dalam Al-Qur’an antara lain:

  • Amanah (QS. Al-Baqarah: 283)
  • Adil (QS. Al-Maidah: 8)
  • Bijaksana (QS. Ali Imran: 159)
  • Sabar (QS. Ali Imran: 200)
  • Tawadhu’ (QS. Al-Furqan: 63)

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara lahiriah, tetapi juga kokoh secara spiritual.

Doa Kepemimpinan yang Bertaqwa

Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Ramadhan sebagai Jalan Melahirkan Pemimpin Bertaqwa

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum strategis untuk membentuk karakter kepemimpinan yang bertaqwa. Melalui ibadah puasa, doa, serta ikhtiar maksimal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, diharapkan lahir pribadi-pribadi yang mampu memimpin dengan nilai-nilai kebaikan.

Semoga melalui Ramadhan, Allah SWT menjadikan kita sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana harapan dalam doa yang senantiasa kita panjatkan.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Salam,
Advokat Ki Jal Atri Tanjung