Mimbar-MinangNews.com, Agam – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pusat bersama MDMC Sumatera Barat menggelar pelatihan pengisian Google Form guna meningkatkan akurasi data korban banjir galodo di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya asesmen kebencanaan yang dilakukan secara terstruktur dan berbasis data. Pendataan digital dipilih untuk memastikan setiap informasi yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi warga terdampak, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penyaluran bantuan pascabencana.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendata kondisi sosial dan ekonomi warga terdampak banjir, mulai dari jumlah kepala keluarga, tingkat kerusakan rumah, hingga kebutuhan dasar yang paling mendesak. Data yang dikumpulkan melalui Google Form ini akan menjadi rujukan utama MDMC dalam menyusun program bantuan dan pemulihan agar tepat sasaran.
Pelatihan dipandu oleh Naibul Umam dari MDMC Pusat dan didampingi Partito dari MDMC Sumatera Barat, serta melibatkan para relawan MDMC yang aktif dalam penanganan kebencanaan di Kabupaten Agam. Para peserta mendapatkan pembekalan teknis terkait tata cara pengisian form, standar pengumpulan data, serta pentingnya ketepatan dan kejujuran informasi dalam proses asesmen.
Naibul Umam menegaskan bahwa akurasi data merupakan kunci utama keberhasilan penanganan bencana. “Bantuan yang tepat sasaran hanya dapat diwujudkan dengan data yang valid dan akurat. Karena itu, pendataan menjadi tahap penting sebelum penyaluran bantuan dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Partito menyampaikan bahwa pelibatan masyarakat dan relawan lokal dalam pendataan sangat membantu percepatan asesmen di lapangan. Menurutnya, warga setempat memiliki pemahaman langsung terhadap kondisi dan dampak bencana yang terjadi.
Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti kegiatan yang diisi dengan pemaparan materi, praktik langsung pengisian Google Form, serta diskusi mengenai kendala yang mungkin dihadapi saat pendataan di lapangan.
Melalui pelatihan ini, MDMC berharap proses pendataan korban banjir galodo di Nagari Salareh Aia Timur dapat berjalan lebih akurat, efektif, dan terkoordinasi. Dengan data yang valid, upaya pemulihan pascabencana diharapkan dapat segera dilakukan secara optimal demi meringankan beban masyarakat terdampak.







