.
Oleh : Advokat Ki Jal Atri Tanjung Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat.
Muhammadiyah memiliki pandangan yang jelas mengenai Hakikat, Syariat, dan Makrifat. Berikut adalah penjelasan singkat:
– *Hakikat*: Muhammadiyah memandang bahwa hakikat adalah kebenaran yang ada di balik segala sesuatu, yaitu kebenaran yang berasal dari Allah SWT. Hakikat adalah esensi dari segala sesuatu, yang tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh manusia, tetapi dapat dirasakan oleh hati yang bersih.
– *Syariat*: Muhammadiyah memandang bahwa syariat adalah aturan-aturan yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia di dunia. Syariat adalah jalan yang lurus yang harus diikuti oleh manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
– *Makrifat*: Muhammadiyah memandang bahwa makrifat adalah pengetahuan yang mendalam tentang Allah SWT dan kebenaran-Nya. Makrifat adalah hasil dari proses penghayatan dan pengamalan syariat, yang memungkinkan seseorang untuk mengenal Allah SWT dengan lebih dekat.
Muhammadiyah menekankan bahwa hakikat, syariat, dan makrifat adalah tiga aspek yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Muhammadiyah juga menekankan bahwa syariat adalah dasar bagi makrifat, dan bahwa makrifat adalah tujuan akhir dari pengamalan syariat.
Dalam pandangan Muhammadiyah, hakikat, syariat, dan makrifat adalah tiga aspek yang harus dipahami dan diamalkan secara seimbang, sehingga seseorang dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Berikut adalah kutipan dari KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang menjelaskan pandangan Muhammadiyah mengenai hakikat, syariat, dan makrifat:
“Syariat adalah seperti kulit, hakikat adalah seperti daging, dan makrifat adalah seperti darah. Kulit, daging, dan darah tidak dapat dipisahkan, karena jika dipisahkan, maka tidak ada lagi yang tersisa.”
Jadi dari perspektif Muhammadiyah bahwa hakikat, syariat dan makrifat merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi, menguatkan dan tidak mungkin dipisahkan satu sama lainnya, sehingga perlu pemahaman yang komprehensif dan terintegratif satu sama lainnya.







