Today

“Otaa Lapau” ,Harga Jagung Mahal Tingkat Petani, Kepala Daerah Garap Lahan Tidur

Oleh Labai Korok

Saat ini harga jagung kering dipetani lebih kurang Rp. 7000/kg itu kata Ajoo Jul, sekarang lebih baik tanam jagung dari pada taman ubi atau padi katanya.

Andaikan harga jagung kering sebesar itu maka petani Padang Pariaman, umumnya Sumatera Barat sudah mendapat untung besar, Penulis pun berminat tanam jagung, sambil memotivasi Ajoo-Ajoo yang duduk dilapau, sambil menunggu sholat jumaat masuk.

Tingginya harga jagung, ini member peluang kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota agar memanfaatkan lahan tidur, kosong untuk ditanami komoditi jagung.

Penulis usulkan, jika diperlukan halaman Kantor/rumah dinas Gubernur, Kantor/rumah dinas Bupati, kantor/rumah Walikota dan kantor-kantor OPD yang lebih kurang setengah hektar itu di olah agar bisa menanam jagung dari pada memelihara rumput atau bunga yang tak mendatang pertumbuhan ekonomi.

Penulis lihat lahan kosong sangatlah banyak di daerah-daerah, se-Sumatera Barat ini, lahan kosong atau tidur ini tidak termanfaatkan untuk pertanian. Maka idenya Kepala Daerah harus kreatif mendorong, menganggarkan, melakukan giat menanam lahan kosong atau tidur tersebut menjadi ladang jagung.

Kepala Daerah cukup fokus satu kerja ini, cobalah Kepala Daerah berputar-putar didaerahnya seperti “angku damang dahulu”, jika ada lahan kosong walaupun luas 1000 meter, 1 hektar, 5 hektar dan lainnya, langsung Kepala Dinas terkait diperintahkan oleh Kepala Daerah untuk mengolah tanam jagung. Jika tak sanggup, ganti Kepala Dinasnya.

Seperti Dinas Pertanian, Dinas PU, Dinas perdagangan, Dinas Kehutanan, Satpol-PP disuruh mengurus agar lahan kosong itu digarap untuk tanaman jagung. Penulis yakini jika Kepala Daerah itu serius semua lahan kosong di Sumatera Barat itu tak ada lagi, termasuk lahan kosong tanah bersengketa.

Sekarang tinggal keinginan Kepala Daerah ada keinginan, apakah mau membantu masyarakat yang sedang kesusahan atau tetap dalam kondisi sekarang yaitu dorong masyarakat tanam jagung.

Kepala Daerah sekarang sibuk saja membuat konten-konten yang seolah-olah lagi rapat penting, sibuk tunggu tamu yang hanya ota lapau, sibuk memberi arahan dak ada outputnya dan acara seremonial lainnya.

Kesibukan berkonten ria itu, sekedar gimik-gimik yang diakhir tahun nanti serapan anggaran rendah, pertumbuhan ekonomi rendah, pengangguran meningkatkan, perceraian disebak faktor ekonomi tinggi. Apakah itu yang kita harapkan, Kepala Daerah sibuk konten, masyarakat makin susah.

Sesuai dengan keadaan negara, dimana Presiden Prabowo Subianto mendorong ketahanan pangan untuk kebaikan negara, sangat ideal langkah tanam jagung ini dimasalkan atau didorong lahan tidur jadi produktif dan bermanfaat.

Kebijakan itu saja memanfaatkan, lahan kosong itu saja diambil, berdayakan dengan cepat, Penulis yakin masyarakat akan makmur, Daerah pun akan berdaya juga. Apalagi nama menanam jagung itu tidak lah rumit atau susah.

Maka untuk menambah produksi jagung, teknisnya, tanamlah biji jagung unggul di lahan yang sudah kosong, lahan digemburkan.

Lalu dengan jarak tanam yang tepat (sekitar \(25\text{\ cm}\) antara biji dan \(75\text{\ cm}\) antar baris), setelah itu rawat dengan penyiangan, penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama.

Pemerintah Sumbar baru memastikan bibit unggul, juga memilih waktu tanam yang sesuai dan menggunakan varietas yang cocok untuk kondisi lahan Anda.