Oleh Labai Korok
Pagi hari Senin, 21 Juli 2025, pendamping Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi dalam pekerjaan mengirim wa video ucapan selamat ulang tahun pada Penulis.
“ini video dari Buya Maheyeldi untuk Abang kata adik ganteng itu, dengan balasan WA spontan Penulis ; “kirim salam balik sama Buya Mahyeldi ya!, sampaikan juga ucapan terima kasih atas videonya”, balas WA adik itu ; “Siap Bang”.
Bersamaan dengan itu banyak juga wa, telpon, SMS yang datang ke handphone Penulis, menyampaikan ucapan doa, kata-kata pituah selamat ulang tahun yang ke 46 tahun ini.
Ucapan selamat ulang tahun juga disampaikan oleh para sahabat, kakak, uni, adik, mamak, Mande dan lainnya dalam media sosial Penulis seperti Facebook, Tik Tok, Instagram, YouTube.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah menyampaikan pesan, nasehat dan doa dihitungan berkurangnya umur Penulis atau disaat tanggal kelahiran ini. Penulis secara pribadi sangat terharu atas respon dihari kelahiran ini.
Semenjak kuliah di Universitas Andalas, saat aktivis didunia dakwah kampus, Penulis tidak lagi memperingati hari ulang tahun atau hari milad ini, karena hitungan Penulis memperingati hari ulang tahun itu sama dengan Kita bergembir saat jatah umur sudah berkurang dari takdir Allah SWT, ketika berpatokan pada usia Nabi Muhammad SAW.
Sepengetahuan Penulis memperingati hari kelahiran atau merayakan ulang tahun dalam Islam tidak secara tegas dilarang atau diwajibkan.
Hukumnya mubah (boleh) selama tidak ada unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat Islam. Beberapa ulama memperbolehkan perayaan ulang tahun sebagai momen untuk bersyukur atas nikmat usia dan berbagi kebahagiaan.
Sementara yang lain mengingatkan untuk menghindari unsur-unsur yang menyerupai tradisi non-muslim atau perbuatan yang berlebihan.
Perayaan ulang tahun atau milad Kita dalam Islam pada dasarnya tidak dilarang, tetapi perlu dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan nilai-nilai agama. Lebih baik fokus pada rasa syukur, doa, dan amal saleh daripada merayakan secara berlebihan.
Serta menghindari perayaan yang berlebihan, seperti pesta pora, pemborosan, atau tindakan yang melanggar syariat.
Menyerupai Tradisi Non-Muslim.
Menghindari perayaan yang identik dengan tradisi agama lain, seperti meniup lilin atau potong kue yang tidak ada dasar dalam Islam. Menghambur-hamburkan Uang, menggunakan uang untuk perayaan yang tidak bermanfaat, sedangkan ada banyak cara yang lebih baik untuk menggunakan uang tersebut, seperti membantu fakir miskin dan lainnya.
Penulis mengajak momen ulang tahun atau kelahiran Kita sebaiknya dijadikan waktu untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat usia dan kesehatan.








