Today

Anjing Paburu, Anjing Lupak, Perumpamaan Nasib Timsukses Paska Demokrasi

Oleh Labai Korok

Ini hanya kisah antah berantah, cerita sosial alek urang baburu babi di Minangkabau, namun ada hikmah dari cerita antara anjing paburu jo anjing lupak milik muncak, ini kaba sajo, jangan ada yang baperan kata urang millenial kini.

Diakhir pengumuman pemenang Pilkada, sang inspirator pemilik dangau inspirasi ini bercerita tentang nasib anjing paburu diarena alek manangkok babi (alek buru babi nagari).

Fenomena di paburuan atau diarena aleg demokrasi yang dibutuhkan dalam menangkap babi atau kemenangan itu adalah anjing paburu, bukan anjing silupak.

Anjing paburu yang memiliki jasa paling penting, yang bisa menangkap babi. Disaat babi melintas anjing paburu dilepas, karena anjing paburu sudah terbiasa digalanggang buru maka anjing paburu paling cepat larinya mengejar babi, tampa memikirkan situasi medan yang dilalui.

Saat berlari jika ada bandar maka bandar dilalui, jika ada semak-semak, maka semak diterobosnya, jika ada rawa, dipastikan anjing baburu masuk dalam rawak, jika ada lurah dipastikan lurah dituruni dengan tujuan adalah anjing paburu memastikan babi tertangkap atau dilumpuhkan.

Setelah babi dilumpuhkan anjing paburu lalu diusir oleh tuan anjing silupak, ini anjing yang dibawa langsung oleh sang muncak, dengan tampa bersalah anjing paburu diusir begitu saja karena anjing silupak yang bawaan muncak buru sebagai pamenan disuruh mengendus babi, malah ikut juga mengigit seolah anjing silupak yang berjasa dalam melumpuhkan babi tersebut.

Anjing paburu yang sudah berlarian mendapat cidera badan akibat medan yang dilalui berat, bulu robek-robek dan luka sekujur tubuh karena semak dilalui, kaki yang lecet hingga jalan tak baik lagi, kondisi tubuh anjing baburu tidak sebagus anjing silupak dibawa muncak akhirnya.

Alek salasai anjing paburu ditinggalkan begitu saja, jasa anjing paburu yang telah mendapatkan babi tidak dianggap lagi karena badan dan keadaan tidak bagus lagi, intinya anjing paburu ditinggalkan diluar rumah karena badanya tak bagus lagi dilihat oleh sang pemilik.

Saat cerita alam kisah anjing paburu ini disampaikan oleh sang inspirator kepada yang hadir, hal ini merupakan inspirasi bagi kita dalam pemenangan Pilkada alek demokrasi yang sudah selesai kemarin, tetua ini berpesan bahwa diyakini fenomena nasib anjing paburu ini dipastikan akan dilalui oleh semua yang ikut terlibat dalam pemenangan.

Dipastikan anjing paburu akan dikalahkan oleh anjing lupak bertali emas, anjing paburu sudah nasibnya saat berjuang mendapatkan cidera, luka atau lainnya disingkirkan. Lihatlah nanti disaat pesat makan babi dilakukan anjing paburu mendekat pun tidak akan di bolehkan, andaikan anjing paburu datang ke pesta dipastikan diusir pihak yang hadir karna badan anjing paburu dianggap menjijikan.

Jika muncak atau tuan laii hiba maka anjing paburu akan dapat tulang-tulang sisa dari pesta babi yang tak terpakai, itulah nasib anjing paburu.

Pesan hikmah disini, seandainya Kita dalam proses pamenan sebagai anjing paburu dikelompokan, dari sekarang mulai lah pasang niat ikhlas karena Allah SWT, seandainya nanti ditinggalkan oleh sang tuan.

Namun perlu dicatat disaat aleg buru babi diadakan lagi pada tahun 2029, diyakini anjing paburu akan dicari dan dilibatkan lagi untuk bisa menangkap dan melumpuhkan babi, sedangkan anjing silupak hanya sebagai pamenan bukan untuk digunakan menangkap babi saat alek nagari dilakukan.

Berita lainnya

Seedbacklink