Devi Syukri Azhari 1*, Zulmuqim 2, M Zalnur 3
1.1. Program Studi Sistem Informasi (S.1), Universitas Putra Indonesia YPTK Padang| email devisyukrimpd@gmail.com
2.3. Pascasarjana (S.3) Program Studi Pendidikan Islam, UIN Imam Bonjol Padang
Abstrak : Imigran dan bekas penjajahan Islam masuk ke Belanda. Salah satu agama yang berkembang pesat di negara ini adalah Islam. Oleh karena itu, orang-orang Muslim memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan yang dicapai Belanda. Selain itu, kontribusi orang-orang Muslim ini cukup besar untuk mewarnai kebijakan negara dalam hal kebebasan beragama dan toleransi. Sebagaimana dijamin dalam Konstitusi Belanda, Muslim di Belanda menikmati hak-hak dasar untuk kebebasan berbicara, beragama, belajar, dan berorganisasi. Namun, persepsi warga Belanda terhadap kaum Islam mulai berubah sejak peristiwa 11 September di Amerika Serikat. Mereka percaya bahwa orang-orang berjenggot dan bercadar adalah teroris dan merupakan ancaman bagi mereka. Ini adalah apa yang disebut sebagai Islamofobia. Penyebaran kebencian terhadap Islam secara bertahap mengurangi persepsi positif tentang Islam di masyarakat global.
Abstract : Immigrants and former Islamic settlements entered the Netherlands. One of the fastest growing religions in the country is Islam. Therefore, the Muslims have made a significant contribution to the progress achieved by the Netherlands. Moreover, the contribution of these Muslims is large enough to shape the policy of the country in terms of religious freedom and tolerance. As guaranteed by the Dutch Constitution, Muslims in the Netherlands enjoy fundamental rights to freedom of speech, religion, study, and organization. However, Dutch perceptions of Muslims have begun to change since the events of September 11 in the United States. They believe that those people who are crawling in and out are terrorists and are a threat to them. This is what is called Islamophobia. The spread of hatred of Islam is gradually reducing the positive perception of Islam in global societies.
LATAR BELAKANG
Belanda memang terkenal dengan kincir anginnya. Hampir di seluruh penjuru negeri terlihat putaran kincir dari kejauhan. Namun tidak hanya kincir angin yang banyak kita temui di berbagai penjuru kota di Belanda, yang luas negaranya hampir menyamai Provinsi Jawa Barat di Indonesia ini, ternyata di Negara yang terkenal dengan bunga tulipnya ini Anda pun takkan kesulitan menemui Masjid untuk beribadah. Hampir disetiap daerah atau di setiap provinsi di Belanda banyak ditemui Masjid, baik bangunan Masjid yang tua maupun masjid yang dulunya adalah bangunan asli Belanda atau Gereja yang dijadika Masjid, maupun Masjid yang masih terhitung baru dibangun. Seperti yang kita ketahui bahwa Muslim di Belanda sebagian besar dibawah oleh para pekerja imigran dan dari negara jajahan. Maka tidak heran jika selanjutnya banyak penduduk negara jajahan berimigrasi. Tak terkecuali mereka yang berasal dari negara mayoritas muslim.
Negara Belanda adalah salah satunya. Sejak tahun 1694, para perintis bangsa ini telah berhasil mendarat di Nusantara (Hindia Belanda). Kemudian mereka menjajah daerah ini selama 350 tahun. Begitu pula bangsa Belanda ini menguasai Suriname, sebuah negara kecil di benua Amerika. Kini telah banyak penduduk Indonesia dan Suriname berimigrasi ke negara kincir angin itu. Imigran pertama yang masuk ke Belanda merupakan para pendatang asal Indonesia sekitar tahun 1945. Mereka terdiri dari orang-orang Maluku yang sebelumnya direkrut menjadi tentara KNIL. Sebanyak 1.000 orang diantaranya memeluk Agama Islam. Akan tetapi perkembangan komunitas muslim asal Indonesia ini tidak terlalu pesat. Hingga awal dekade 1980-an, jumlahnya diperkirakan mencapai 1.500 orang saja. Adapun komunitas imigran Muslim yang cukup besar berasal dari Suriname. Dan para imigran tersebut mulai datang ke Belanda sekitar tahun 1960. Awal para imigran diberi hak suara dalam pemilihan umum dan juga berhak dipilih sebagai anggota wakil rakyat di dewan kota ialah pada tahun 1986. Sejak saat itu pulalah Kaum Muslim di Belanda menjalani kehidupan beragama dengan sangat baik. Tempat tempat ibadah dan organisasi Islam tumbuh subur. Dari laporan pemerintah tahun 1982, telah berdiri sebanyak 49 Masjid serta mushalla di empat kota konsentrasi terbesar komunitas Muslim, yaitu kota Amsterdam, Rotterdam, Den Haag dan Utrecht. Kota-kota lainnya juga memiliki setidaknya satu bangunan masjid ataupun bangunan lainnya yang dijadikan masjid. Misalnya, ada bangunan gereja Lutheran di Utrecht telah menjadi Masjid. Tujuh tahun kemudian, jumlah bangunan peribadatan umat Islam itu telah meningkat menjadi sebanyak 300 buah yang tersebar di berbagai kota.
METODE
Dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode studi literatur digunakan. Teknik dalam pengambilan data digunakan untuk mempelajari berbagai sumber bahan bacaan, termasuk berbagai dokumen dan sumber ilmiah. Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, dan lain-lain, harus berasal dari sumber yang memiliki hubungan dengan subjek penelitian.
HASIL
Sejarah Masuknya Islam di Belanda
Agama Islam merupakan agama yang paling pesat perkembangannya, hal itu tak terlepas dari hubungan antar Islam dan masyarakat Belanda yang telah memiliki rentang sejarah panjang bahkan sejak abad ke -17.
Karenanya, kontribusi umat Muslim terhadap kemajuan yang dicapai Negeri Belanda, sangatlah besar. Dan besarnya kontribusi umat Islam itu, sanggup mewarnai kebijakan negara dalam menghormati kebebasan beragama dan toleransi. Muslim di Belanda, seperti penduduk lainnya menikmati hak-hak dasar untuk kebebasan berbicara, agama, pendidikan, dan berorganisasi sebagaimana termaktub dalam Konstitusi Belanda.
Adapun perkembangan Islam di Belanda, ditinjau dari :
1. Pertumbuhan Penduduk Islam
Jumlah penduduk Islam di Dunia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hampir disetiap Benua, Agama Islam menjadi agama yang fenomenal, agama yang perkembangannya selalu menjadi sorotan publik. Islam merupakan agama terbesar kedua di Dunia termasuk di Uni Eropa dan Belanda merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah populasi Islam terbesar di Eropa dan juga merupakan salah satu negara yang banyak memiliki kader-kader Islam yang sudah memiliki nama yang besar yang menyebar dibeberapa negara, baik sebagai kelompok penyebaran Islam (para daqwah), tenaga pengajar kontrak maupun sebagai anggota partai politik. Di Negara Belanda tidak ada pendataan yang berdasarkan agama, kecuali bagi orang yang telah lama menjadi mualaf. Waleed Duisters, ketua LPNM kepada Kuwait News Agency (Kuna) menyatakan bahwa angka yang dikeluarkan pada tahun 2007 menunjukkan ada 12.000 orang Belanda yang memeluk Agama Islam, dan menambahkan bahwa mungkin masih banyak lagi yang tidak masuk dalam pendataan penduduk. Dan data pada tahun 2007 yang diperoleh penulis dari UERO- ISLAM.INFO merincikan populasi Muslim di Belanda berdasarkan negara asal imigran, yaitu :

Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan bahwa Sumber : EURO-ISLAM.INFO – Islam In Netherlands. Http:/www.euro-islam.info/country- profiles/the-netherlands/
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada pihak yang dapat bertanggung jawab penuh dalam hal pendataan penduduk Islam yang ada di negeri kincir angin pada tahun tersebut. Namun CBS (Centraal Bureau voor de Statistik) yang didirikan pada tahun 1899 dan semenjak tahun 2004 berdiri secara independen, menerangkan ada sekitar 1 juta penduduk atau 4 persen penduduk Belanda memeluk agama Muslim dari total keseluruhan penduduk Belanda yaitu 16.622.025 atau 15,6 juta penduduk pada tahun 2010, dengan luas wilayah 4,528 Km2. Jumlah tersebut diatas mengalami peningkatan dari setiap tahunnya.
Lembaga penelitian pemerintah September 2006 juga mempublikasikan sebuah laporan bahwa jumlah umat Islam akan meningkat menjadi delapan persen dari total penduduk Belanda, di tahun 2020 mendatang, sementara jumlah penganut Kristen akan terus berkurang secara signifikan, dan persentase umat Katholik akan menurun menjadi 10 persen dari total penduduk Belanda dari sebelumnya 17 persen 2004, serta persentase orang yang mengunjungi Gereja telah menurun.
Dari data diatas juga dapat dibandingkan peningkatannya dengan data tahun 2002 lalu, yaitu kaum migrant Muslim sudah mencapai 700.000 orang atau sekitar 3,5% dari total populasi penduduk Belanda. Dari Turki ada 300.000, Maroko 252.000, Suriname 35.000, Pakistan 5.000, dan sekitar seribuan dari Maluku.
Fakta bahwa Islam telah menempatkan dirinya dalam kehidupan beragama di Belanda juga dibuktikan oleh statistik CBS. Seperti semua warga negara lainnya, Muslim Belanda tunduk pada Konstitusi Belanda. Dalam Konstitusi tersebut, prinsip- prinsip demokratis pemisahan gereja dan negara sangat menentukan peran-peran yang mungkin dimainkan oleh agama dalam masyarakat dan juga ruang-ruang yang ditawarkan kepada umat beragama untuk mempraktikkan keyakinan mereka. Terkait dengan hal tersebut, pemisahan gereja dan negara di Belanda didasarkan pada tiga pasal konstitusi, yaitu Pasal 1 (kesetaraan), Pasal 6 (kebebasan keyakinan agama) dan pasal 23 (kebebasan pendidikan).
2. Organisasi Islam
Perkembangan Islam di Belanda tidak lepas dari organisasi-organisasi Islam yang menjadi pendukung atau pun penunjang pesatnya perkembangan Islam dan diterimanya Agama Islam secara luas di Belanda. Organisasi-organisasi keagamaan tersebut juga banyak berkembang dikalangan para remaja asli Belanda. Namun sebagian besar organisasi Islam di Belanda didirikan berdasarkan garis etnis kaumnya dan dari sekian banyak, organisasi muslim Turki-lah yang paling berkembang. Organisasi-organisasi tersebut diantaranya :
a. Turks-Islamtische Culturele Federatie (TIFC) atau federasi kebudayaan Islam Turki yang berdiri tahun 1979, telah dapat menaungi sekitar 78 asosiasi dan organisasi pada tahun 80-an. Selain berfungsi sebagai penghimpun, TIFC juga erat menjalin hubungan dengan Diyanet yaitu organisasi jasa yang mendatangkan sejumlah Imam masjid untuk bekerja di Belanda.
b. Organisasi Muslim Maroko diantaranya, Amicales des ouvries et commercants (kekawanan buruh dan pedagang), komite para pekerja Maroko di Belanda (Organisaties in Nederland) dan Unie van Marokkaanese Moslim (persatuan organisasi muslim Maroko di Belanda).
c. Komunitas Muslim asal Suriname yang tergabung dalam Organisasi Stichting Weljizn Voor Moslims In Nederland yaitu yayasan untuk kesejahteraan kaum Muslim Suriname di Belanda, anggota federasi yang di bentuk oleh Muslim asli yaitu Belanda Moslim Informatie Centrum (pusat informasi muslim), Serta juga berdiri Islamitische Omroepsichting (yayasan penyiaran Islam) yang bertujuan untuk mewujudkan harapan kaum Muslim Belanda agar dapat memproduksi siaran agama di media elektronik. Nantinya, siaran tersebut juga diharapkan dapat mewakili komunitas Turki maupun Maroko.
d. Islam and burgerschap (I & B). I & B didirikan pada yahun 1996 untuk menstimulasi dialog antara umat Muslim dan umat agama lainnya. Organisasi ini bertujuan untuk memantau perkembangan dari proses integrasi kaum imigran Muslim di Belanda.
e. World Islamic Mission Nederland (WIM-NL), merupakan organisasi muslim dari keturunan Suriname di Belanda. Organisasi ini didirikan pada tahun 1975 dan berfungsi sebagai wadah untuk menjamin kesejahteraan umat Muslim keturunan Suriname tersebut.
Dan beberapa organisasi Islam lainnya yang baru dibentuk dalam sepuluh tahun terakhir, diantaranya :
1. CMO (Contactorgaan Muslim en de Overheid) secara resmi diakui sebagai mitra konsultasi oleh pemerintah pada tanggal 1 November 2004.2. CGI (Contac Groep Islam) diakui pada 13 Januari 2005 (Belanda Kehakiman Departemen; EP143). CGI memiliki pengikut anggota 115.000 dengan Alevite, Lahore Ahmadiyah, Sunni, dan latar belakang Syiah. Keduanya menerima dana publik dan mengadakan pertemuan secara teratur dengan para pejabat pemerintah tentang tentang integrasi Muslim di masyarakat Belanda.
3. CMO memiliki pengikut lebih dari 500.000 anggota terutama Sunni, termasuk empat organisasi utama Turki (Milli Görüs, Diyanet), Uni masjid Maroko dan Dunia Misi Suriname Islam. Ketika CMO didirikan, ia menjabat sebagai organisasi payung untuk enam federasi masjid nasional, melainkan bertujuan untuk menyajikan sudut pandang umum tentang isu-isu berkaitan dengan integrasi.
4. Organisasi-organisasi muslim yang banyak berdiri dan berkembang di Belanda tidak lepas dari kerjasama yang terjalin antara kaum muslim dan fungsinya yang banyak memberikan sumbangsih terhadap negara Belanda serta pejabat pemerintah yang juga banyak memberi dukungannya demi ketenteraman yang akan tercipta. Mereka pun tetap memegang prinsip bahwa kaum Muslim Belanda merupakan bagian integral masyarakat Belanda secara keseluruhan.
3. Pendidikan Islam di Belanda
Belanda tidak sejak dulu memiliki sekolah yang bernuansa Islam. Namun di Belanda dapat kita temukan sekolah-sekolah Islam dengan model pengajaran Islam, mata pelajaran Islam dan suasana Islami. Sekolah yang bernuansa Islam di Belanda baru ada sejak tahun 2000. Ada 37 sekolah dasar Islam dan satu sekolah menengah pertama di Rotterdam yang dimulai pada Agustus tahun 2000 yang diakui dan dibiayai oleh negara.
Dua buah sekolah menengah atas yaitu college Islam Amsterdam yang sudah berdiri sejak tahun 2001, dan Ibnu Ghaldun pesantren di Rotterdam. Adapu universitas Islam baru ada empat lembaga yang telah berdiri sejak tahun 2005 dan dianggap resmi oleh pemerintah Belanda. Dan pada tahun 2006, jumlah sekolah dasar yang bernuansa Islam sudah bertambah menjadi 47 buah sekolah dasar dengan program studi yang masih mengikuti kurikulum nasional. Namun sedikitnya lembaga perkuliahan di Belanda tidak menyurutkan arus pemikiran Islam di negeri kincir angin tersebut, justru malah menjadi pengorbit kaum cendekiawan dari berbagai negara dengan dibimbing oleh pemikir-pemikir Islam ternama seperti Abu Hamid Nasr Zaid yang telah mengajar di Universitas Laiden. Untuk perguruan tinggi, ada Universitas yang didanai swasta Islam Rotterdam (IUR) dan Universitas Islam Eropa di Schiedam serta beberapa lembaga pelatihan kecil. Ada juga empat tahun program pelatihan di Fakultas Pendidikan Amsterdam untuk melatih para guru untuk sekolah menengah.
Pertumbuhan pendidikan dikalangan para imigran sangat pesat perkembangannya dibandingkan dengan penduduk asli Belanda. Namun setinggi- tingginya pertumbuhan pendidikan di kalangan imigran Belanda setelah di universitas, angka pertumbuhan Belanda masih lebih tinggi. Ditingkat SD pun pendidikannya cukup berkembang tapi keunggulan masih tetap diraih oleh penduduk asli Belanda, bahkan ditingkat sekolah menengah atas, pemuda Maroko dan pemuda Turki memiliki dua kali lipat putus sekolah tingkat SMA dari pemuda Belanda asli.
Pusat Pemantau Eropa tentang Rasisme dan (EUMC) Laporan Analitis Xenofobia di kalangan Pendidikan menemukan bahwa diskriminasi dalam sistem pendidikan tidak ada, dan Keluhan mengenai model pakaian dan jilbab masih merupakan masalah yang signifikan. Organisation For Economic Co-operation and Development (OECD) mengumpulkan data pendidikan dari lembaga statistik baik di dalam negeri, yang sebagian besar berasal dari data sensus dari tahun 2000. OECD mengklasifikasikan prestasi pendidikan menggunakan Klasifikasi Standar Pendidikan internasional (ISCED) Belanda sebagi berikut :
Tabel. 2 Prestasi pendidikan menggunakan Standar Internasional Klasifikasi Pendidikan (ISCED), Belanda.

Sumber : UERO-ISLAM.INFO – Islam In Netherlands. Http:/www.euro-islam.info/country- profiles/the-netherlands/. Diakses pada tanggal 28 November 2015.
Meskipun demikian, pada kenyataannya, Islam di negara kincir angin tersebut, terutama anak-anak Islam di Belanda yang sedang mengenyam pendidikan tidak sebanyak dan secerdas anak asli Belanda yang sedang bersekolah. Dan hal ini juga merupakan salah satu alasan mengapa masyarakat asli Belanda kadang memandang sebelah mata masyarakat Muslim, karena mereka beranggapan bahwa orang muslim yang ada di negaranya adalah masyarakat minoritas yang tidak memiliki kwalitas pendidikan dan kecerdasan. Tidak sebanyak dan secerdas anak asli Belanda yang sedang bersekolah. Dan hal ini juga merupakan salah satu alasan mengapa masyarakat asli Belanda kadang memandang sebelah mata masyarakat Muslim, karena mereka beranggapan bahwa orang muslim yang ada di negaranya adalah masyarakat minoritas yang tidak memiliki kualitas pendidikan dan kecerdasan.
PEMBAHASAN
B. Kehidupan Masyarakat Muslim di Belanda
Kehidupan masyarakat Muslim di Negara Belanda tergolong dinamis, laju pertumbuhannya tidak tanggung-tanggung hingga ke kalangan pemuda asli Belanda seperti para pelajar dan mahasiswa/i yang banyak mengkaji tentang Islam setelah beredarnya isu tentang Islam adalah agama teroris, agama yang mengajarkan dan menghalalkan pembunuhan. Opini dasar kaum Eropa tentang Islam memang banyak diliputi kesalah pahaman. Misalnya, kata jihad yang secara etimologis berarti berusaha dengan sepenuh hati masih menimbulkan “alergi”, karena yang terlintas di benak mereka adalah seorang muslim berjenggot yang membawa senapan atau bom terlilit di badannya, dan selain orang yang berjenggot, ketakutan mereka juga dipertegas dengan orang yang mengenakan jilbab yang mereka asumsikan bahwa orang yang mengenakan jilbab adalah mereka yang ingin memisahkan diri dan berbeda. Penyebab ini pula mengakibatkan ketakutan mereka bahwa semakin banyak orang yang mengenakan jilbab maka kehidupan sosial mereka akan terbatasi, budaya mereka akan hilang dari waktu ke waktu. Disisi lain, Islam di Eropa khususnya di Negara Belanda telah banyak mendapat simpatisan, termasuk simpatisan dari para pengelola gereja yang kini sudah tidak aktif lagi, mereka merelakan gereja mereka di alih fungsikan menjadi Masjid. Pengalihan fungsi Gereja ke Masjid disambut baik oleh penduduk Belanda, disamping karena gedung-gedung yang dulunya telah “diam” karna ditinggal oleh para jema‟at Gereja kini telah ramai lagi oleh para jemaah Masjid, tapi juga bahwa gedung yang dulunya tempat Beribadah tidak boleh untuk dirobohkan ataupun dibiarkan menjadi kosong dan tidak berfungsih. Peralihan Gereja ke tempat Beribadah umat Muslim juga sangat membantu masyarakat yang tinggal disekitar Masjid untuk selalu dan senantiasa bergotong-royong dihampir setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang. Masyarakat yang tinggal disekitar Masjid pun lebih aktif dan lebih banyak melakukan komunikasi ataupun interaksi, baik dikalangan para sesamanya maupun kepada pendatang, kelompok lain dan disemua kalangan yang ada disekitaran Masjid.
Pemeluk Agama Islam di Negara Belanda memang masih dipandang sebelah mata sebagai kelompok minoritas. Bahkan banyak fakta membuktikan adanya kenaikan sentimen Islamofobia yang tren saat ini yang memicu keprihatian dan perdebatan seru di berbagai kalangan. Namun itu semua dapat ditepis dengan kesabaran para umat Muslim yang senantiasa menjadikan setiap fitnah menjadi pengalaman dan tantangan tersendiri untuk tetap taat kepada Allah, menjadikan orang-orang yang melakukan fitnah ataupun pelecahan menjadi kagum dan berbalik arah pemikiran tentang Islam yang kasar menjadi Islam yang sabar dan ikhtiar. Khilafahlah adalah salah satu orang yang mampu menghentikan mulut-mulut kotor para penghina islam sehingga benteng Islam hingga saat ini masih tetap terjaga dan dilindungi oleh tentara Khilafah. Karena itu, tidak seorang musuh pun akan berani mendekati bangunan Islam, apalagi memanjatnya. Diskriminasi yang didapat oleh masyarakat Muslim di belanda adalah dampak dari keterbatasan kebijakan Muslim secara minoritas.
Tidak sinkronnya informasi yang diterima oleh masyarakat akibat dari kurangnya sumber informasi dan keterbatasan sarana untuk menyebarkan informasi tentang Islam mengakibatkan diskriminasi didapat bervariasi. Kehidupan masyarakat Muslim di Belanda dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya :
1. Kehidupan masyarakat Muslim dalam bidang perekonomian
Pengangguran imigran Maroko dan Turki di Belanda lebih tinggi dari rata- rata nasional dibandingkan dengan tingkat pengangguran masyarakatdari Belanda asli yang hanya 9%, pengangguran di masyarakat imigran Maroko mencapai 27% dan 21% untuk imigran Turki. Pengangguran di kalangan imigran mengalami peningkatan hingga dua kali lipat sejak Belanda mengalami resesi pada tahun 2002. Dan pada tahun 2004, para imigran Turki dan Maroko sudah sudah mulai memiliki pekerjaan yang meningkat dua kali lipat dari gaji yang diperoleh oleh penduduk asli Belanda, yaitu 67% masyarakat imigran Turki dan Maroko telah memiliki pekerjaan dan gaji. Namun masyarakat imigran Maroko lebih tinggi tingkat penganggurannya di banding Turki yang telah banyak berwiraswasta.
2. Kehidupan masyarakat Muslim dalam bidang sosial politik
Kaum imigran asal negara Islam yang telah memutuskan untuk menetap di negeri tersebut, telah banyak mendirikan infrastruktur di Belanda, sekitar 430 Mesjid telah berdiri dan suara Adzan di Belanda bukanlah hal baru bagi masyarakat Belanda. Bahkan semenjak tahun 1993 Umat Muslim tersebut telah memiliki saluran radio dan televisi sendiri yang bernama Nederlandse Moslim Omroep (NMO) yang memberikan acara tentang Muslim untuk Umat Muslim. Saat ini Belanda telah memiliki ratusan organisasi Islam baik yang berskala besar maupun kecil. Mesjid merupakan organisasi Islam terbesar karena Mesjid-mesjid yang ada di Belanda tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah tetapi juga sebagai tempat untuk berkumpul untuk mempererat kekerabatan Umat Muslim. Selain itu terdapat juga berbagai macam organisasi dalam bidang-bidang tertentu seperti pendidikan, bidang sosial dan amal. Organisasi-organisasi tersebut muncul karena kebutuhan umat Muslim tersebut akan tempat beribadah, pemakaman dan qurban.
Organisasi Islam yang dianggap sebagai agen sosialisasi politik paling mendasar bagi kaum Muslim di Belanda adalah sekolah-sekolah Muslim yang dianggap sebagai sesuatu yang paling mencolok dari perwujudan manifestasi Islam di Belanda. Terdapat dua sekolah Islam yang pertama kali berdiri pada tahun 1988 yaitu Tariq Ibnoe Ziyad di Eindhoven dan Al Ghazali di Rotterdam. Berdirinya sekolah Muslim di Belanda pada awalnya merupakan usaha dari pelestarian identitas para kaum imigran Muslim yang pada saat itu masih diperbolehkan untuk memelihara identitas mereka sendiri di Belanda. Berdirinya sekolah-sekolah Islam di negeri kincir angin telah banyak menimbulkan perdebatan karena sekolah-sekolah yang dirintis oleh kaum imigran keturunan Maroko menerapkan ajaran Islam fundamental yang dianggap akan sangat berpengaruh terhadap proses integrasi dan segregasi para imigran Muslim tersebut.
Islam fundamentalis menurut Barat yang diketuai Amerika Serikat, adalah bahwa islam identik dengan teroris, kekerasan, intimidasi, aksi membuat takut dan kekacauan yang kemudian mereka simpulkan bahwa Islam ideologis adalah ajaran yang konsisten yang juga berarti Islam fundamentalis atau Islam radikal.
Ajaran Islam fundamental yang diterapkan di sekolah tersebut akan memperbesar segregasi dalam dunia pendidikan di Belanda. Keinginan untuk mendidik anak-anak dalam semangat Islam dan untuk menjaga terhadap godaan tertentu dari masyarakat barat telah mengarah pada penciptaan berbagai sekolah-sekolah Islam dan munculnya beberapa kubah Islam di sekolah-sekolah tersebut.
Agama Islam memberikan pengaruh terhadap semua aspek kehidupan seperti agama, hukum, budaya, sehingga mendorong para imigran Muslim untuk mulai terjun kedunia politik sehingga menyebabkan arus politik Islam mengalir deras di Belanda. Para imigran Muslim yang datang ke Belanda kebanyakan berasal dari negara Islam yang terpengaruh dengan sistem politik di negara asalnya seperti seperti para imigran Maroko yang sangat akrab dengan sistem pemerintahan yang otoriter di Afganistan, Kashmir, Iraq dan laian-lain. Namun diantara kaum imigran yang terpengaruh oleh sistem politik Islam yang demokratis di negaranya. Gerakan rezim demokrasi yang terdapat di Turki sebagai contoh dari model pemerintahan Islam demokratis. Hal inilah yang membuat masyarakat keturunan Turki di Belanda cukup akrab dengan model pemerintahan tersebut.
Kedua ajaran Islam ini juga mempengaruhi gaya hidup kaum imigran Muslim di Belanda. Ajaran Islam moderat merupakan ajaran Islam yang lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan disekitar dan tidak menutup diri dengan perubahan yang terjadi, selain itu Islam Moderat tidak terlalu mengikat penganutnya dengan aturan yang ketat dan memperbolehkan penganutnya tersebut untuk hidup dengan mematuhi persyaratan minimal sebagai Umat Muslim seperti beribadah, berpuasa dan tidak makan daging babi. Sedangkan ajaran Islam fundamentalis memiliki aturan yang lebih kuat dan memaksa para penganutnya untuk patuh sepenuhnya terhadap atura Islam termasuk mengenakan pakaian yang hanya diperbolehkan dalam agama Islam. Ajaran Islam sangat mementingkan kemurnian ajarannya dan tidak ingin kehilangan identitasnya sehingga membuat para penganut Islam Konservatif kurang bisa menerima perubahan dan tetap memberlakukan aturan dalam agama Islam dimanapun mereka berada.
C. Fenomena Islamophobia di Belanda
Ada 117 insiden yang terjadi di Mesjid-mesjid di Belanda antara tahun 2005 sampai dengan tahu 2010, namun para pelaku biasanya bebas, dan kaum Muslim jarang melakukan gugatan. Selain mendapat sambutan baik dari masyarakat Belanda, Islam juga tidak jarang mendapat perlawanan yang cukup keras. Sikap ketidak sukaan dari beberapa masyarakat anti Muslim itu bermacam-macam, dan aksi anti Islam pun tidak hanya dilontarkan dari masyarakat biasa di Belanda, pejabat pun ada yang sangat keras dengan berkembangnya Islam di negara tersebut. Sikap anti Islam tersebut bermacam-macam, seperti anti Islam yang dilancarkan oleh Geert Wilders sang politisi Belanda dengan film dokumenternya yang berdurasi 15 menit. Dalam film tersebut Geert Wilders menuduh Al Qur‟an mendorong kekacaun dan pemerkosaan terhadap seluruh anggota keluarganya. Film yang bertujuan menghina Islam ini menayangkan seorang muslimah yang sholat, tapi berpakaian tembus mata dan di tubuhnya tertulis ayat-ayat Al Quran.
Dalam aksinya, Wilder pun menambah daftar panjang lain hal-hal yang perlu dilarang untuk Muslim di Belanda, termasuk Al Qur’an, niqab dan kewarganegaraan Belanda untuk Muslim. Politisi pendahulunya pun beberapa tahun yang lalu, Ayaan Hirsi Ali yang mencari popularitas dan jabatan politiknya mengundurkan diri dari jabatannya dengan menghina Islam. Politisi Belanda kelahiran Somalia ini mengecam Islam sebagai agama terbelakang dan merendahkan wanita. Dia juga menuduh Rosulullah saw sebagai orang yang sesat karena menikahi Aisyah yang masih kanak-kanak. Tidak kalah keji, dia juga menuduh Rosulullah SAW mempunyai kelainan seksual. Kasus lainpun terjadi di kalangan militer. Di Belanda, Mei 2006. Pihak intelijen militer meminta dilakukan pemecatan terhadap sejumlah prajurit militer beragama Islam. Mereka dianggap membahayakan militer Belanda. Direktur intelijen militer independen Jenderal Pert Peedon mengatakan, keberadaan prajurit Muslim dalam pasukan militer Belanda dapat menjadi ancaman bila terjadi pengiriman pasukan keluar negeri, khususnya Negara-negara Islam seperti Afganistan. Peedon menuduh, prajurit Muslim yang sekarang berjumlah 3-7 persen dari 60 ribu prajurit Belanda, bisa membelot dan dapat merugikan citra pasukan militer yang diutus Belanda ke luar negeri.
Pemicu banyaknya kasus Islam Phobia yang terjadi di Belanda tidak terpisahkan atas apa yang telah terjadi hingga sejauh ini, penyebab anti Islam tidak hanya disebabkan dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri yang banyak menjadi sumber asumsi orang tentang penyebab Islam Phobia, seperti kasus 11 September tahun 2001 di Amerika Serikat yang ditandai dengan penabrakan tiga buah pesawat untuk penerbangan komersial AS yang dibajak oleh 19 orang teroris dari perkumpulan al-qaeda kegedung World Trade Center (WTC) dan satu pesawat pennsylvania. Tiga hari sesudah kejadian tersebut, George Bush melalui mentri pertahanan AS, Colin Powel menyatakan bahwa kejadian ini merupakan pernyataan perang terhadap AS dan menetapkan bahwa Osama Bin Laden merupakan tokoh yang paling terlibat dengan kejadian tersebut. Pernyataan ini didukung oleh NATO yang juga menyatakan bahwa Osama Bin Laden adalah buronan internasional.
Penambahan asumsi orang tentang Islam Phobia dari dalam negeripun tidak terelakkan seperti, kasus pembunuhan terhadap Theo Van Gogh sebagai peristiwa terbesar di belanda yang membuat kebencian masyarakat Belanda terhadap umat Islam meningkat tajam. Theodor (Theo) Van Gogh adalah seorang sutradara film, penulis skenario, kolumnis dan pembuat program televisi yang terkenal kontroversial di Belanda. Van Gogh memiliki pandangan negatif terhadap Agama Islam. Van Gogh menganggap Islam sebagai “pemerkosa kambing” dan sebuah bentuk kolonialisasi baru serta menganggap bahwa masuknya Islam ke Negara Belanda akan menyebabkan terjadinya bentrokan budaya. Kasus-kasus yang terjadi tidak jauh berbeda dengan kasus kelanjutan Ayaan Hirsi Ali yang mencari popularitas di dunia politik yang kemudian dilanjutkan dengan kasus Wilders yang seakan mencari popularitasnya di dunia politik dengan membuat film yang memfitnah Al Qur‟an dan Islam. Begitupula dengan kasus pembunuhan sang sutradara Theo Van gogh yang kemudian dilanjutkan dengan pembunuhan massal yaitu peristiwa WTC yang menambah catatan panjang kekesalan masyarakat Barat tentang Islam yang juga pada akhirnya menambah catatan jumlah para penentang Islam yang berkembang di dunia Barat khususnya di Belanda. Tindakan mereka yang sangat anti-Islam tersebut sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi, kebebasan berpendapat dan hak warga minoritas. Ketidak pahaman dan kesalahan asumsi tentang Islam membuat kesalahan persepsi tentang Islam yang selalu di identikkan dengan kekerasan dan mempolitisasi konsep jihad. Kekhawatiran Barat pun terhadap kebangkitan Islam selalu di cover dengan justifikasi yang berhubungan dengan hak asasi dan demokratisasi.
Seperti dalam banyak kasus yang telah terjadi, misalnya kasus yang baru-bari ini terjadi di berbagai belahan Dunia yaitu dampak dari munculnya film The Innocence of Muslim yang disutradarai oleh Nakoula yang berdurasi 13 menit tersebut, terkait tentang banyaknya orang yang ingin pelaku pembuat film tersebut diberi hukuman dan seperti yang kita ketahui bahwa Nakoula adalah warga Amerika jadi kemarahan banyak orang tertuju pada Amerika itu sendiri. Namun Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton berpendapat bahwa film The Innocence of Muslims tidak ada kaitannya dengan pemerintah Amerika. LA Times menurunkan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa jika penangkapan Nakoula dikarenakan isi dalam filmnya maka hal itu bisa jadi menimbulkan kekhawatiran akan ancaman kebebasan berpendapat di Amerika, dan terkait dengan hal tersebut Hillary juga mengatakan bahwa “kami tidak akan mungkin melarang warga untuk berhenti mengekspresikan pandangan mereka meskipun pandangan tersebut sangat tidak disukai oleh banyak orang”, sehigga, kalaupun Nakoula ditangkap, maka hal itu didasarkan pada kasus yang. Dengan kejadian tersebut, dapat disimpulkan bahwa atas dasar hak asasi manusia mereka bebas melakukan hal yang mereka inginkan.
KESIMPULAN
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tragedi runtuhnya gedung WTC, 11 September 2001, telah berimbas kepada menjadikan citra Islam buruk di Barat. Kekhawatiran terhadap Islamtersebut kian bertambah setelah kasus pembunuhan sutradara film Theo van Gogh. Islamdi Belanda dianggap sebagai tersangka atas dua tragedi tersebut. Hal itu menyebabkanmunculnya diskriminasi agama Islam dan muslim minoritas. Sebagaimana yang telah dilaporkan oleh European Union Agency forFundamental Rights, bahwa di Eropa, negara yang paling tinggi tingkat diskriminasi nya adalah Belanda. Bentuk-bentuk fenomena diskriminasi yang terjadi secaraberagam. Memaknai fenomena diskriminasi Islam yang terjadi di Belanda, artinyapaham bahwa diskriminasi Islam adalah ketika kebijakan publik dan praktik sosial masyarakat yang ada di Belanda merendahkan, meminggirkan, menolak kesamaanhak dan membatasi praktik-praktik Islam kepada individu mau pun kelompok dengantujuan menghalangi perkembangannya.
Akan tetapi, fenomena diskriminasi yang tinggi tidak menghambat perkembangan Islam di Belanda. Jumlah populasi muslim, masjid, sekolah Islam, organisasi Islam, dan tanah pemakaman muslim terus bertambah. Itu semuadisebabkan oleh upaya muslim Belanda untuk menyebarkan Islammelalui nilai Euro-Islam, Political Islamism, dan Sufism. Pertama, perkembangan Islam melalui Euro-Islam. Dua orang Wali Kota Belanda adalah muslim. Mereka, Ahmed Aboutaleb dan Ahmed Marcouch, menerapkan Euro-Islam dengan memisahkan Islam dari praktik politik. Mereka juga 84 menganggap bahwa masyarakat Belanda adalah plural, sehingga seluruh keberagamanyang ada posisi nya adalah sama. Kehadiran mereka dalam menjabat sebagai Wali Kota telah membuat Islam semakin berkembang, dan citra buruk Islamberkurang. Kedua, perkembangan Islam melalui Political Islamism. Para muslimdi Belanda semakin kemari semakin menunjukkan kepentingannya untuk menerapkannilai Islam secara sempurna di Belanda. Itu dilakukan dengan mendirikan lembaga, seperti organisasi atau partai politik, yang berbasis Islam. Beberapa lembaga Islamituadalah Organisasi Milli Görüş, Partai Politik Denk, Partai Politik Nida, Partai PolitikID, dan Partai Politik PvdE. Mereka yakin dengan mendirikan lembaga Islamresmi akan mempermudah penyampaian aspirasi umat muslim dan tercapai nya tujuanmembentuk negara berbasis Islam. Ketiga, perkembangan Islam melalui Sufism.
Penyebab perkembangan Islam di Belanda dipengaruhi oleh komunitas-komunitas sufi atau tasawuf yang focus kepada pemurnian diri dengan ritual ibadah kepada Allah, berupa praktik zikir, literasi dan kesenian. Komunitas sufi tersebut adalah Naqshbandi Haqqani Rabbani Hollanddan The Golden Sufi Centre. Tiga konsep di atas telah membawa nilai-nilai yang menjadi penyebabperkembangan Islam di tengah fenomena diskriminasi Islam di Belanda. Pengaruh yang paling signifikan dalam penyebab perkembangan Islam di Belanda adalah karena aktivitas politik dari lima lembaga Islam resmi yang ada di Belanda dan perandari dua orang Wali Kota Muslim. Dua hal tersebut telah memberikan pengaruh besar untuk menyampaikan suara dan aspirasi umat muslim di Belanda, sehingga Islam dapat terus berkembang di tengah fenomena diskriminasi Islam.
SARAN
Penelitian ini merekomendasikan kepada Penelitian ini masih memiliki kekurangan. Penulis berharap penelitianselanjutnya dapat menyempurnakan penelitan ini. Penelitian ini menggunakan kerangka konseptual Euro-Islam, Political Islamisme, dan Sufisme. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dapat menganalisis masalah yang sama menggunakanteori yang berbeda, seperti Neo-Culturalisme. Hal itu dikarenakan, konsep atau teori yang berbeda akan menghasilkan jawaban penelitian yang berbeda pula. Selain itu, penelitian ini fokus kepada penyebab perkembangan pendidikan Islam di Belanda. Disarankan untuk penelitian selanjutnya, peneliti selanjutnya dapat melakukan analisis penyebab perkembangan Islam di wilayah yang berbeda. Hal itu dikarenakan penyebaran agama Islam tidak hanya sampai di Belanda saja., tapi abadi seluruh penjuru dunia.










