
Mimbarminangnews.com – Berdasarkan pengumuman yang diterbitkan PT Hutama Karya (HK) merencanakan akan menyusun analisis dampak lingkungan (Amdal) proyek dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) ini.
Dalam penyusunan Amdal, Hutama Karya mengharapkan saran, pendapat dan tanggapan dari masyarakat (publik) sebagai bahan telaahan dalam proses Amdal.
Rencana pembangunan jembatan layang (flyover) Sitinjau Lauik, di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, memasuki babak baru. Proyek tersebut bakal dibangun mulai tahun 2024 untuk mengurai lalu lintas Padang-Solok Provinsi Sumbar.
Hutama Karya sebagai badan usaha yang akan membangun proyek tersebut menyampaikan bahwa, ruas jalan yang dibangun flyover sepanjang 2,78 km di Panorama 1. Lebar badan jalan flyover 2×3,5 meter ditunjang bahu luar selebar 1,5 meter dan trotoar 0,5 meter.
Saran, pendapat dan tanggapan tersebut bisa disampaikan dalam waktu 10 hari sejak pengumuman atau hingga 26 Oktober 2023 kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Hutama Karya sebagai pemrakarsa dan konsultan PT Kwarsa Hexag

Pembangunannya disebutkan akan berdampak pada terbukanya kesempatan kerja dan berusaha, peningkatan pendapatan, penurunan kualitas udara, peningkatan getaran, peningkatan kebisingan, gangguan flora dan fauna, terganggunya lalu lintas serta sikap dan persepsi masyarakat.(*)
Berbagai sumber
MMNews terdepan, terpercaya, bahagia melayani : 📱berita 📱iklan 📱bisnis,📱narasumber,📱 umrah & haji khusus hubungi telp/wa 085223299211/083896692748






