Today

KWT SUMBER RIZKI APRESIASI DUKUNGAN MUHIDI, BUDIDAYA JAHE BERKEMBANG JADI PRODUK UMKM UNGGULAN

PADANG, MMNEWS – Berawal dari kegiatan sederhana menanam jahe saat pandemi Covid-19 pada 2020, Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rizki di Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang, kini berhasil mengembangkan budidaya pertanian menjadi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan para anggota serta dukungan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, yang turut memberikan perhatian terhadap pengembangan kelompok, mulai dari bantuan bibit jahe, rak, hingga fasilitas penanaman.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari anggota KWT Sumber Rizki. Di tengah keterbatasan lahan pertanian di kawasan perkotaan, kelompok yang beranggotakan sekitar 20 orang ini mampu membuktikan bahwa ruang terbatas bukan penghalang untuk menghasilkan kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.

Penasehat KWT Sumber Rizki, Rini Susanti, mengungkapkan bahwa budidaya jahe awalnya dilakukan sebagai upaya memanfaatkan tanaman herbal ketika pandemi Covid-19 melanda.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi usaha produktif bersama. Setelah melalui masa budidaya sekitar sembilan bulan hingga satu tahun, kelompok berhasil menikmati panen perdana yang kemudian diolah menjadi minuman serbuk jahe dengan merek Jahe Sumber Rizki.

“Alhamdulillah, ketika kami mengajukan bantuan untuk mengembangkan budidaya jahe, Bapak Muhidi merespons dengan memberikan bantuan bibit jahe, rak, serta tempat untuk menanam. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama karena lahan untuk bercocok tanam di Sawahan Timur cukup terbatas,” ujar Rini, Jumat (30/10/2026).

Produk Jahe Sumber Rizki kini telah memiliki legalitas usaha dan terus dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan kelompok. Rini berharap produksi semakin meningkat dan pemasaran dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

DARI LAHAN TERBATAS MENUJU PRODUK BERNILAI EKONOMI

Ketua KWT Sumber Rizki, Osriza, menyampaikan bahwa aktivitas kelompok tidak hanya berfokus pada budidaya jahe. Para anggota juga mengembangkan berbagai tanaman pangan dan hortikultura, seperti kangkung, terong, cabai, dan pisang.

Menariknya, hasil pertanian tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.

Beberapa produk yang telah dikembangkan antara lain dendeng bayam Brasil, keripik pisang, serundeng pisang, dan serbuk jahe.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhidi yang selama ini memberikan perhatian kepada KWT Sumber Rizki. Dukungan dan bantuan yang diberikan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkegiatan, mengembangkan pertanian, dan menghasilkan produk olahan,” kata Osriza.

Menurutnya, kekompakan anggota menjadi salah satu kekuatan utama kelompok. Kegiatan pembibitan, perawatan tanaman, pengolahan hasil panen, gotong royong, hingga piket harian dilakukan secara bersama-sama.

KWT Sumber Rizki berharap aktivitas tersebut terus berkembang sehingga dapat membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga anggota.

BIBIT LIDAH BUAYA BUKA PELUANG USAHA BARU

Selain budidaya jahe dan tanaman pangan, kelompok juga mulai mengembangkan lidah buaya. Bantuan bibit yang diterima dari Muhidi kini telah tumbuh dengan baik.

Anggota KWT, Gusmaweli, menyebutkan bahwa pengembangan lidah buaya memiliki potensi untuk menjadi produk olahan baru apabila didukung pengetahuan dan keterampilan pengolahan yang memadai.

“Bantuan bibit lidah buaya dari Bapak Muhidi saat ini sudah berkembang. Kami berharap ke depan mendapatkan pengetahuan tentang cara mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, sehingga tanaman ini bisa dimanfaatkan secara lebih optimal,” ungkap Gusmaweli.

Harapan tersebut sekaligus menjadi peluang bagi KWT Sumber Rizki untuk memperluas jenis produk UMKM berbasis hasil pertanian lokal.

PENYULUH PERTANIAN APRESIASI KEKOMPAKAN ANGGOTA

Penyuluh Pertanian Kelurahan Sawahan Timur, Hardian Ratini, turut mengapresiasi semangat dan kekompakan anggota KWT Sumber Rizki.

Menurutnya, para anggota secara rutin melaksanakan gotong royong setiap minggu, mulai dari merawat tanaman, pembibitan, hingga panen bersama.

Ia menilai, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kelompok wanita tani memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi produktif di lingkungan masyarakat perkotaan.

“Ibu-ibu di KWT Sumber Rizki sangat kompak dan memiliki semangat luar biasa. Mereka rutin bergotong royong, bekerja sama merawat tanaman, hingga memanfaatkan hasil panen menjadi produk olahan. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dijalankan kelompok ini,” ungkap Hardian.

Hardian juga menyampaikan bahwa KWT Sumber Rizki telah memiliki koperasi dengan legalitas yang dibantu melalui dukungan Muhidi. Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan kelompok dan keberlanjutan usaha.

“Produk seperti serbuk jahe menunjukkan bahwa hasil pertanian bisa memiliki nilai tambah apabila dikelola dengan baik. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang sehingga anggota semakin bersemangat melanjutkan produksi dan memperluas usaha mereka,” tutupnya.

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PENGUAT EKONOMI KELUARGA

Kisah KWT Sumber Rizki menjadi gambaran bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana: memanfaatkan lahan yang tersedia, membangun kebersamaan, serta mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.

Dari tanaman jahe yang awalnya dibudidayakan untuk kebutuhan herbal, kini lahir produk UMKM yang memiliki identitas dan legalitas usaha.

Ke depan, penguatan pendampingan, peningkatan keterampilan pengolahan, pengemasan, serta perluasan pemasaran menjadi langkah penting agar KWT Sumber Rizki semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggotanya.

MMNEWS – Dari potensi lokal, tumbuh ekonomi masyarakat.