Today

Diskominfo Pasaman Ciptakan Aplikasi Android ADAMINDA untuk Percepatan Pembangunan Berbasis Data

Pasaman, MMNEWS – Transformasi digital di Kabupaten Pasaman memasuki babak baru. Dalam upaya mempercepat pembangunan daerah berbasis data, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) meluncurkan aplikasi Android ADAMINDA (Akses Data Kompromin Daerah), Selasa (9/6/2026).

ADAMINDA merupakan aplikasi berbasis Android yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pengambilan kebijakan secara cepat, akurat, dan real-time. Inovasi ini menjadi salah satu terobosan Diskominfo Pasaman selain aplikasi SAKATO (Sistem Administrasi Kecamatan Terpadu Online) di bidang teknologi informasi dan e-Government.

Peluncuran aplikasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadirkan inovasi pelayanan publik guna memperkuat tata kelola pemerintahan modern berbasis data.

“Setiap OPD harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pemerintahan yang efektif harus didukung oleh data yang akurat dan mudah diakses,” tegas Welly.

Menjawab tantangan tersebut, Diskominfo Pasaman menghadirkan ADAMINDA sebagai platform digital terintegrasi yang memungkinkan akses, pencarian, pengolahan hingga visualisasi data sektoral daerah melalui perangkat smartphone Android.

Kepala Diskominfo Pasaman, Fatrizon, menjelaskan bahwa ADAMINDA merupakan implementasi nyata penguatan program Satu Data Indonesia di tingkat daerah sekaligus langkah strategis dalam mendukung percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Sebagai Wali Data daerah, Diskominfo memiliki tanggung jawab memastikan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan sebagai dasar utama penyusunan perencanaan pembangunan. ADAMINDA adalah jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Menurut Fatrizon, selama ini masih terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan data pemerintah, mulai dari belum terintegrasinya data lintas OPD, proses pengumpulan data yang masih manual, hingga akses informasi yang memerlukan waktu cukup lama.

“Kondisi ini menghambat proses analisis dan pengambilan keputusan. Karena itu, kami merancang sistem yang mampu mengintegrasikan seluruh data sektoral dalam satu platform yang mudah diakses dan diperbarui secara real-time,” katanya.

ADAMINDA hadir sebagai solusi yang menghubungkan berbagai sumber data OPD dalam satu ekosistem digital terpadu. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memperoleh data pembangunan daerah secara cepat, valid, dan terverifikasi sehingga mendukung perencanaan pembangunan yang lebih presisi.

“Data yang cepat, akurat, dan terintegrasi adalah kunci pembangunan masa depan. ADAMINDA hadir untuk memastikan setiap kebijakan lahir dari data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Fatrizon.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Sektoral (PSS) Diskominfo Pasaman, Asnil SY, mengatakan ADAMINDA bukan sekadar aplikasi pengumpulan data, tetapi menjadi pusat integrasi informasi pembangunan daerah.

Menurutnya, platform tersebut memudahkan pengumpulan data kompromin dari seluruh OPD, menyimpan data dalam repositori terpusat, menghubungkan data lintas perangkat daerah, sekaligus menyajikan statistik sektoral untuk kebutuhan analisis dan perencanaan pembangunan.

“ADAMINDA juga mendukung pemenuhan bukti dukung Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS), meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah, serta memperkuat proses pengambilan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy,” jelas Asnil.

Ia menegaskan, kehadiran ADAMINDA menunjukkan komitmen Kabupaten Pasaman sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap mengakselerasi transformasi digital birokrasi.

Di sisi lain, pengembangan aplikasi ini juga melalui proses perancangan teknologi yang matang. Tim pengembang yang terdiri dari Gani Agustiawan dan Rommy Laharisa mengungkapkan bahwa sejumlah tahapan telah dilalui sebelum aplikasi diperkenalkan kepada publik.

Menurut Gani, pengembangan ADAMINDA dimulai dari analisis kebutuhan pengguna, perancangan sistem, hingga pengembangan aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam pengelolaan data daerah.

“Pengembangan ADAMINDA dilakukan melalui beberapa tahapan penting, mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan aplikasi hingga pengujian agar menghasilkan platform yang mudah digunakan dan mampu menjawab kebutuhan pengelolaan data daerah secara terintegrasi,” ujarnya.

Gani menjelaskan, ADAMINDA dibangun menggunakan teknologi Application Programming Interface (API) yang memungkinkan integrasi data dari berbagai sumber dan perangkat daerah ke dalam satu platform digital yang terhubung secara real-time.

“Pemanfaatan teknologi API menjadi kunci utama dalam menghadirkan sistem yang cepat, fleksibel, dan mudah diakses. Pengguna dapat memperoleh data yang dibutuhkan secara lebih praktis dan akurat,” katanya.

Ia menambahkan, ADAMINDA berfungsi mengelola, mengintegrasikan, dan menyediakan akses terhadap data daerah Kabupaten Pasaman secara terpadu sehingga dapat menjadi pusat informasi pembangunan yang mendukung perencanaan maupun evaluasi pembangunan.

“Melalui ADAMINDA, pemerintah dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat karena didukung data yang valid dan terkini. Di sisi lain, sistem ini juga meningkatkan efisiensi kerja serta transparansi layanan publik kepada masyarakat,” jelasnya.

Keunggulan lainnya, aplikasi ADAMINDA dapat diakses langsung melalui telepon pintar berbasis Android sehingga pengguna tidak lagi bergantung pada proses pencarian data yang rumit dan memakan waktu.

“Dengan akses melalui perangkat Android, penggunaan data menjadi lebih cepat, praktis, dan aktual. Informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh kapan saja dan di mana saja sehingga mendukung percepatan pembangunan daerah berbasis data,” tutup Gani dan Rommy.

(Iwan/MMNEWS)