Today

Bambu Naik Kelas: 16 Warga Lawang Digembleng Jadi Pengrajin Suvenir Bernilai Ekonomi

AGAM | mimbar-minangnews.com — Potensi bambu sebagai komoditas kreatif mulai mendapat perhatian serius di Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Sebanyak 16 warga setempat mengikuti pelatihan intensif pengolahan bambu selama 20 hari guna menciptakan produk suvenir dan kerajinan bernilai jual tinggi.

Program ini digagas Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Rafdinal, sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Pelatihan resmi dibuka pada Senin (27/4) dengan dihadiri Kepala BLK Payakumbuh Satri Edi, Camat Matur Efendi, Wali Nagari Lawang, serta tokoh masyarakat.

Rafdinal menegaskan, bambu tidak lagi sekadar material bangunan, tetapi memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.

“Bambu bisa menjadi suvenir, kerajinan rumah tangga, hingga produk khas daerah yang punya daya saing. Ini peluang nyata bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Ia menyebut, pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya pelaku usaha baru di tengah masyarakat. Rafdinal juga mengapresiasi peran H. Abrar sebagai fasilitator kegiatan serta instruktur Musrizal yang akan mendampingi peserta selama proses pelatihan.

Menurutnya, peningkatan keterampilan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi, terutama di daerah yang kaya sumber daya alam seperti Nagari Lawang.

“Keseriusan peserta sangat menentukan hasil. Jika dimanfaatkan dengan baik, ini bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan mengolah bambu menjadi beragam produk seperti cendera mata, perlengkapan rumah tangga, hingga kerajinan khas daerah yang berpotensi menembus pasar lebih luas.

Program ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas produk khas daerah. (*)