Today

Doktor Candrianto Raih Penghargaan Penulis Buku Tunggal dan Pegiat Literasi Dedikasi dalam Menulis dan Menggerakkan Literasi Mendapat Apresiasi

Indah nian bunga melati,

Mekar berseri di pagi hari.

Apresiasi lahir karena dedikasi,

Untuk insan literasi sejati.

Padang, 24 Agustus 2025 – Mimbar-minangnews.com – Dunia literasi kembali mendapatkan kabar menggembirakan. Seorang
seorang dosen, trainer, penulis, pelatih pembina pramuka, sekaligus pegiat literasi, Doktor Candrianto,

Dosen Politeknik ATI Padang, berhasil meraih penghargaan sebagai Penulis Buku Tunggal dan Pegiat
Literasi atas dedikasinya yang konsisten dalam menulis serta mengembangkan budaya membaca di
tengah masyarakat.

Penghargaan dan penganugerahan ini diberikan dalam sebuah acara resmi yang diselenggarakan oleh
Pegiat Literasi Sumatera Barat, dihadiri oleh unsur pemerintahan, akademisi, pegiat literasi, guru,
pelajar, hingga komunitas membaca.

Sebagai seorang dosen, trainer dan instruktur, selain itu juga aktif
menulis, ia juga menginisiasi berbagai kegiatan literasi seperti seminar, workshop, hingga pelatihan bagi
pelajar, mahasiswa, guru, pelaku usaha hingga komunitas masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa
literasi bukan hanya sebatas aktivitas membaca dan menulis, melainkan gerakan besar untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kiprahnya, Doktor Candrianto telah menulis sejumlah karya yang mengangkat tema motivasi
berupa Achievement Motivation Training, Kepemimpinan, dan Pengembangan Diri serta buku-buku ber
ISBN yang banyak digunakan di kalangan perguruan tinggi, mahasiswa dan praktisi di lapangan seperti
Standardisasi Produk Pangan, Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kewirausahaan Suatu
Pengantar, Kepuasan Pelanggan, Ekonomi Teknik, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Logistik, K3 dan
Lingkungan, Book Chapter : Rencana, Implementasi, dan Evaluasi Menuju Hilirisasi Industri di
Indonesia, Produk Frozen Food Makanan Khas Kota Padang Panjang, Manajemen Pendidikan, Green
Human Resource Management dan Pengantar Teknik Industri
Dalam sambutannya, Doktor Candrianto menyampaikan rasa syukur dan dedikasinya atas penghargaan
yang diraih. “Literasi adalah cahaya peradaban. Menulis bukan sekadar menorehkan kata, tetapi
menitipkan nilai, ilmu, dan harapan untuk generasi mendatang.

Penghargaan ini saya dedikasikan untuk
seluruh pejuang literasi, guru, pustakawan, dan komunitas yang terus berjuang menumbuhkan budaya
baca di negeri ini,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. “Jika anak
muda gemar membaca dan menulis, maka bangsa ini tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif dan berdaya
saing. Semoga literasi menjadi gaya hidup, bukan hanya sekadar hobi,” tambahnya.

Menurut Eka Tresia, S.Pd.M.Pd, Ketua Pegiat Literasi Sumatera Barat, dalam sambutannya menyatakan
bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Candrianto dalam
menghidupkan ekosistem literasi. Kami melihat rekam jejak beliau sangat luar biasa, baik sebagai
penulis buku tunggal maupun sebagai penggerak literasi di berbagai forum. Penghargaan ini diharapkan
memicu lahirnya semakin banyak pegiat literasi yang konsisten berkontribusi untuk bangsa,” ujar
perwakilan penyelenggara.

 

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi penulis lain, juga masyarakat luas, agar terus
menumbuhkan minat baca dan menulis. Literasi menjadi kunci dalam membentuk sumber daya manusia
yang unggul, kreatif, dan berdaya saing. Acara penghargaan dan penganugerahan ditutup dengan
penyerahan sertifikat dan apresiasi kepada para penerima, serta penandatanganan komitmen bersama
untuk terus mengembangkan gerakan literasi nasional. (*)

Burung merpati terbang ke kali,
Hinggap sebentar di dahan jati.
Mari majukan literasi negeri,
Untuk Indonesia unggul berjati diri.