Oleh Labai Korok
Dua hari menjelang pergantian tahun, APBD Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) 2024 tercatat masih menyisakan anggaran sebesar Rp 890 Milyar. Ini suatu modal dasar untuk dilakukan percepatan pertumbuhan ekonomi diawal tahun 2025 ini dengan merealisasikan Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tersebut.
Silpa sebesar lebih kurang 1triluyun itu bisa dilakukan percepatan realisasi untuk belanja daerah, agar dapat memotivasi jalanya semua sektor ekonomi, sikap pengunaan yang jelas melalui Silpa Propinsi Sumatera Barat dan Kabupaten/Kota yang ada.
Disamping sisa dana APBD yang berlebih digunakan untuk realisasi belanja awal anggaran 2025 ini. Sektor perbankan juga diinstruksikan untuk merealisasikan kridit UMKM dan usaha masyarakat lainnya.
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Daerah Sumatera Barat, posisi Bank memiliki peran yang sangat penting dan strategis di dalam menopang pembangunan ekonomi daerah.
Sebagai lembaga jasa keuangan, salah satu peran nyata bank yaitu dalam menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan modal usaha melalui usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah. Dengan disalurkannya dana untuk sektor riil di masyarakat tersebut, maka secara tidak langsung bank berperan menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat tersebut.
Selain menginstruksikan cairnya dana perbankan yang ada daerah Sumbar, peningkatan ekonomi daerah tersebut juga bisa didukung dengan mengelola SDA. Ranah Minangkabau merupakan negara dengan sumber daya melimpah yang dapat dikembangkan menjadi bahan dasar produksi maupun bahan pendukung UMKM yang bisa di ekspor.
Pengelolaan SDA yang baik sebenarnya bisa dimulai dari lingkungan kabupaten dan kota sendiri. Apalagi sumber daya yang bersifat kelautan, pertanian, wisata dan lainnya, diyakini pertumbuhan ekonomi daerah Sumatera Barat akan cepat.
Peningkatan perekonomian propinsi Sumbar adalah poin penting yang harus diusahakan oleh seluruh pemerintah daerah. Ketika ekonomi daerah meningkat, maka taraf hidup dan kondisi masyarakatnya akan dapat ditingkatkan pula. Hal ini bisa dicapai jika pemerintah sekaligus kita semua sebagai warganya mampu berperan aktif melakukan cara-cara efektif yang dapat mendorong tumbuhnya perekonomian tersebut.
Selanjutnya UMKM juga dianggap sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat, Kontribusinya bahkan dapat mencapai 70% dari keseluruhan produksi.
UMKM dan usaha mikro juga ikut menyediakan lapangan kerja bagi jutaan tenaga kerja produktif di daerah ini. Jika ingin ikut serta dalam meningkatkan perekonomian Sumbar, diantaranya caranya memberikan pendanaan bagi UMKM dan usaha kecil seperti dijelaskan diatas.
Sebelum tulisan ini ditutup pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap tumbuhnya ekonomi Sumbar ini maka informasi terbuka terhadap usaha ekonomi bisa diakses selebar-lebarnya.
Pemberdayaan pengusaha lokal Sumbar, pelibatan perusahan lokal dalam menjalankan dan melaksanakan anggaran daerah sangat menentukan, jangan sampai perusahaan yang dilibatkan hanya milik korea-korea bawan pejabat.






